Sabtu, 04 Februari 2017

Hubungan "Pelepasan Sementara Iblis" dari "Pemenjaraan Seribu Tahun" Dengan Munculnya "Nabi-nabi Palsu" dan Merajalelanya Kembali "Ya'juj" (Gog) dan "Ma'juj" (Magog)


Bismillaahirrahmaanirrahiim

  ISLAM
Pidato  Mirza Ghulam Ahmad a.s.
Tgl. 2 November 1904 di Kota Sialkote – Hindustan

Bab  11

HUBUNGAN  PELEPASAN SEMENTARA IBLIS DARI “PEMENJARAAN SERIBU TAHUN”  DENGAN MUNCULNYA NABI-NABI  PALSU  DAN MERAJALELANYA KEMBALI YA’JUJ (GOG) DAN  MA’JUJ  (MAGOG)

Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma

D
alam bagian akhir Bab 10  telah dijelaskan topik    Makna “Bangkit” dari “Tidur” Ratusan Tahun  Ashhabul-Kahf (Penghuni Gua) dalam firman-Nya:
وَ تَحۡسَبُہُمۡ اَیۡقَاظًا وَّ ہُمۡ رُقُوۡدٌ ٭ۖ وَّ نُقَلِّبُہُمۡ ذَاتَ الۡیَمِیۡنِ وَ ذَاتَ الشِّمَالِ ٭ۖ وَ کَلۡبُہُمۡ بَاسِطٌ ذِرَاعَیۡہِ  بِالۡوَصِیۡدِ ؕ لَوِ اطَّلَعۡتَ عَلَیۡہِمۡ لَوَلَّیۡتَ مِنۡہُمۡ فِرَارًا  وَّ  لَمُلِئۡتَ مِنۡہُمۡ  رُعۡبًا ﴿﴾
Dan engkau menyangka mereka itu bangun  padahal mereka itu tidur, dan Kami membolik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri,   dan anjing mereka sedang menjulurkan kedua kaki-depannya di halaman   gua itu.    Seandainya engkau menyaksikan mereka niscaya engkau akan berbalik dari mereka untuk melarikan diri dan niscaya engkau akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka. (Al-Kahfi [18]:19).
   Makna ayat:   “Dan engkau menyangka mereka itu bangun  padahal mereka itu tidur.“  Orang-orang Islam di masa Nabi Besar Muhamad saw.   telah diberi peringatan sebelumnya oleh Allah Swt. bahwa bangsa-bangsa Kristen – yakni Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog)   -- di daerah utara sedang berleha-leha, tetapi tidak lama lagi mereka akan bangkit dari keadaan lelap (tidur) yang meliputi masa ratusan tahun itu, dan merka akan menyebar ke seluruh dunia serta menguasai dunia – yang dalam Bible Kitab Wahyu 20:710 digambarkan sebagai pelepasan sementara Iblis dari pemenjaraannya selama 1000 tahun:
20:7 Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir,   Iblis akan dilepaskan   dari penjaranya, 20:8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa    pada keempat penjuru bumi,   yaitu Gog dan Magog,   dan mengumpulkan mereka untuk berperang  dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut.   20:9 Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung  perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi   itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, 20:10 dan iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke  dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan  mereka disiksa siang-malam  sampai selama-lamanya (Wahyu 20:7-10).
    Kata-kata:  وَّ نُقَلِّبُہُمۡ ذَاتَ الۡیَمِیۡنِ وَ ذَاتَ الشِّمَالِ  -- "Kami akan membolik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri" nampaknya menunjuk kepada berkeliarannya bangsa-bangsa Kristen dari barat di muka bumi pada abad ke-17 Masehi serta tersebarnya mereka ke semua jurusan untuk mencari pasaran baru dan untuk mencapai penaklukan-penaklukan  yang baru pula.
        Makna ayat:   “dan anjing mereka sedang menjulurkan kedua kaki-depannya di halaman   gua itu,” kata-kata itu di samping menunjuk kepada kesayangan yang mendalam bangsa-bangsa Kristen di barat kepada anjing, ayat tersebut dapat pula dianggap menunjuk kepada kerajaan Byzantine (Romawi Timur) yang ketika itu mengadakan penjagaan terhadap Eropa pada kedua pantai Laut Marmora, yang kelihatan seperti seekor anjing yang mengadakan penjagaan, dengan membentangkan kaki-depannya ke kedua sisinya.
 Makna ayat selanjutnya:    “Seandainya engkau menyaksikan mereka niscaya engkau akan berbalik dari mereka untuk melarikan diri dan niscaya engkau akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka.”   Kata-kata ini menunjuk kepada masa  ketika bangsa-bangsa Kristen dari barat akan memperoleh kekuasaan politik yang besar di seluruh dunia dengan kekuatan militernya yang  sangat hebat, sehingga bangsa mana pun tidak akan mampu menghadapi mereka.
 Al-Quran menubuatkan hakikat ini ratusan tahun sebelumnya, ketika bangsa-bangsa Kristen masih terbenam dalam tidur lelap ratusan tahun, sehingga daya ciptamanusia  yang betapa pun kaya dan luasnya tidak dapat meramalkan kekuasaan dan kemuliaan yang akan dicapai oleh bangsa­-bangsa itu  sesudahnya.
Jadi, ayat  “dan niscaya engkau akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka“  ini berisikan gambaran khas mengenai kekuasaan duniawi bangsa-bangsa Kristen dari  barat di atas negeri-negeri sebelah timur dan selatan, cara hidup mereka yang khusus, rasa takut, dan keseganan yang bangsa ini timbulkan di tengah­-tengah rakyat-rakyat yang mendiami daerah-daerah yang dikuasai  mereka.
 Itulah sebabnya mereka  mampu mempertahankan kekuasaannya di wilayah-wilayah jajahan mereka selama ratusan tahun  -- contohnya penjajahan Belanda (VOC) atas wilayah Nusantara selama 350 tahun  --  firman-Nya:
وَ حَرٰمٌ عَلٰی قَرۡیَۃٍ  اَہۡلَکۡنٰہَاۤ  اَنَّہُمۡ لَا  یَرۡجِعُوۡنَ ﴿﴾  حَتّٰۤی  اِذَا  فُتِحَتۡ یَاۡجُوۡجُ وَ مَاۡجُوۡجُ وَ ہُمۡ  مِّنۡ  کُلِّ  حَدَبٍ  یَّنۡسِلُوۡنَ ﴿﴾
Dan terlarang bagi penduduk suatu negeri yang telah Kami binasakan bahwa sesungguhnya mereka itu tidak mungkin kembali.  Hingga apabila dibukakan pin-tu pemenjaraan  Ya’juj dan Ma’juj  dan mereka turun dengan cepat dari setiap ketinggian  (Al-Anbiya [21]:96-97).
       Jika ayat 97 dibaca bersama-sama dengan ayat yang mendahuluinya maka maksud ayat ini ialah bahwa hukum alam bekerja demikian rupa, sehingga sekali bila suatu kaum — sesudah mencapai puncak kejayaan dan kemuliaannya — mengalami kebinasaan dan kehancuran,  mereka tidak mendapatkan kembali kejayaan mereka yang hilang itu.
       Demikian pula Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog)   -- yakni bangsa-bangsa Kristen dari Barat yang bermata biru  (QS.20:103-105) -- pun dengan kejayaan dan kemuliaan besar mereka dalam kebendaan tidak dapat mengelakkan diri dari hukum alam tersebut. Mereka akan jatuh dan tidak akan bangkit kembali untuk selama-lamanya.
        Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog)  atau bangsa-bangsa Kristen barat telah mencapai segala puncak kekuasaan politik dan telah menyebar ke seluruh dunia, sesuai dengan nubuatan Allah Swt. dalam Al-Quran:  وَ ہُمۡ  مِّنۡ  کُلِّ  حَدَبٍ  یَّنۡسِلُوۡنَ --  “dan mereka turun dengan cepat dari setiap ketinggian“ berarti, bahwa mereka akan menempati setiap ujung yang membawa keuntungan dan akan menguasai seluruh dunia.

Nubuatan Dzulqarnain (Cyrus -- Raja Media dan Persia)

      Kenyataan tersebut sesuai dengan nubuatan   Dzulqarnain (Cyus) – Raja Media dan Persia --  berkenaan akan berkeliarannya kembali Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) setelah untuk sementara waktu berhasil dihalangi melalui pembuatan dinding Darband (QS.18:95-99), firman-Nya:
فَمَا اسۡطَاعُوۡۤا اَنۡ یَّظۡہَرُوۡہُ  وَ مَا اسۡتَطَاعُوۡا  لَہٗ  نَقۡبًا ﴿﴾  قَالَ ہٰذَا رَحۡمَۃٌ مِّنۡ رَّبِّیۡ ۚ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ رَبِّیۡ جَعَلَہٗ  دَکَّآءَ ۚ وَ کَانَ وَعۡدُ رَبِّیۡ  حَقًّا  ﴿ؕ﴾ وَ تَرَکۡنَا بَعۡضَہُمۡ یَوۡمَئِذٍ یَّمُوۡجُ فِیۡ بَعۡضٍ وَّ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ فَجَمَعۡنٰہُمۡ جَمۡعًا ﴿ۙ﴾  وَّ عَرَضۡنَا جَہَنَّمَ  یَوۡمَئِذٍ  لِّلۡکٰفِرِیۡنَ  عَرۡضَۨا ﴿﴾ۙ الَّذِیۡنَ کَانَتۡ اَعۡیُنُہُمۡ فِیۡ غِطَـآءٍ عَنۡ ذِکۡرِیۡ وَ کَانُوۡا لَا یَسۡتَطِیۡعُوۡنَ سَمۡعًا ﴿﴾٪
Maka mereka, Ya'juj dan Ma'juj tidak dapat memanjatnya dan tidak dapat melubanginya.  Ia, Dzulqarnain, berkata: Ini rahmat dari Rabb-ku (Tuhan-ku), tetapi apabila telah tiba janji Rabb-ku (Tuhan-ku), Dia akan me­mecahkannya berkeping-keping, dan   janji Rabb-ku (Tuhan-ku) itu pasti benar.   Dan pada hari itu Kami akan mem­biarkan sebagian mereka  menyerang sebagian lain dan nafiri akan ditiup, lalu  Kami akan menghimpun mereka itu semuanya.  Dan pada hari itu Kami menghadirkan Jahannam berhadapan muka dengan orang-orang kafir   yaitu  orang-orang yang mata mereka tertutup dari pe­ringatan-Ku, dan mereka tidak mampu mendengar  (Al-Kahf [18]:98-102).
   Setelah pembuatan dinding Darband itu selesai  maka berhentilah serangan­-serangan Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) dari utara. Dinding Darband itu terlalu tebal untuk dipecahkan dan ditembus, dan terlalu tinggi untuk dipanjat. Dinding itu tingginva 29 kaki dan lebarnya 10 kaki (Encyclopaedia Britannica) dan mempunyai pintu-pintu besi dan menara-menara penjagaan. Dinding itu merupakan penjaga batas Persia yang paling ampuh.
  Cyrus atau Dzulqarnain   tentunya telah diberitahu Allah Swt.  melalui ilham bahwa pada suatu ketika di masa depan  Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog)  akan tersebar sekali lagi ke tenggara, dan tembok itu akan mampu menahan atau menghentikan gerak maju mereka. Rupanya inilah arti dari kata-kata "Dia akan memecahkannya."
     Dalam QS.21:97 sebelum ini kita diberitahu  bahwa  Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog)  akan menjulurkan tangan-tangan guritanya ke seluruh dunia. Secara kiasan. "memecahkan dinding” dapat pula menunjuk kepada merosotnva kekuatan politik Islam, terutama kekuatan bangsa  (kerajaan) Turki di Eropa. Dengan menjadi lemahnya kerajaan Turki  maka jalan bangsa-bangsa Kristen di Eropa untuk menaklukkan daerah timur menjadi terbuka.
  Makna ayat:  “Dan pada hari itu Kami akan mem­biarkan sebagian mereka  menyerang sebagian lain,   dan nafiri akan ditiup, lalu  Kami akan menghimpun mereka itu semuanya” Pada waktu menanjaknya  Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) ke tangga kekuasaan, bangsa‑bangsa di seluruh dunia akan berhimpun  sehingga seluruh dunia akan menjadi seperti satu negeri. Dan menurut Bible, “Bangsa akan melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan serta kedengkian, kebencian, dan keburukan akan merajalela."

Pelepasan Sementara  “Iblis” atau Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) dari “Pemenjaraan 1000 Tahun

  Isyarat itu nampaknya ditujukan kepada  zaman sekarang  ini. Dalam dua Perang dunia yang lampau seolah-olah  Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog)   -- yakni “Iblis dan Satan si ular tua”   --   telah dilepaskan di dunia dari pemenjaraan mereka  selama 1000 tahun (Wahyu 20:7-10), dan manusia gemetar bila mengkhayalkan kebinasaan yang dapat diakibatkan oleh Perang Dunia Ketiga atau Perang Nuklir.
  Mengenai Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog)  diterangkan dalam Bible yaitu Kitab   Yehezkiel  bab-bab 38 dan 39:
Firman TUHAN tentang Gog di tanah Magog
38:1  Datanglah firman TUHAN kepadaku: 38:2 "Hai anak manusia, tujukanlah mukamu kepada Gog    di tanah Magog,   yaitu raja agung negeri Mesekh dan Tubal   dan bernubuatlah melawan dia 38:3 dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, hai Gog raja agung negeri Mesekh dan Tubal.   38:4 Aku akan menarik engkau dengan mengenakan kelikir pada rahangmu dan membawa engkau ke luar beserta seluruh tentaramu, yaitu pasukan berkuda, semuanya berpakaian lengkap, suatu kumpulan orang banyak dengan perisai besar dan kecil dan semuanya berpedang di tangannya. 38:5 Orang Persia, Etiopia, dan Put menyertai mereka dan semuanya dengan perisai dan ketopong; 38:6 orang Gomer dengan seluruh bala tentaranya, Bet-Togarma dari utara sekali dengan seluruh bala tentaranya, banyak bangsa menyertai engkau. 38:7 Bersedialah dan bersiaplah engkau dengan semua kumpulan orang yang menggabungkan diri dengan engkau dan jadilah pelindung bagi mereka. 38:8 Sesudah waktu yang lama sekali engkau akan mendapat perintah; pada hari yang terkemudian engkau akan datang di sebuah negeri yang dibangun kembali sesudah musnah karena perang, dan engkau menuju suatu bangsa yang dikumpul dari tengah-tengah banyak bangsa di atas gunung-gunung Israel yang telah lama menjadi reruntuhan. Bangsa ini telah dibawa ke luar dari tengah bangsa-bangsa dan mereka semuanya diam dengan aman tenteram. 38:9 Engkau muncul seperti angin badai dan datang seperti awan yang menutupi seluruh bumi,  engkau beserta seluruh bala tentaramu dan banyak bangsa menyertai engkau. 38:10 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Pada hari itu timbullah niat dalam hatimu   dan engkau membuat rancangan jahat. 38:11 Engkau berkata: Aku akan bangkit bergerak menyerang tanah yang kota-kotanya tanpa tembok dan akan mendatangi orang-orang yang hidup tenang-tenang dan diam dengan aman tenteram; mereka semuanya diam tanpa tembok atau palang atau pintu gerbang. 38:12 Engkau bermaksud untuk merampas dan menjarah dan mengacungkan tanganmu terhadap reruntuhan-reruntuhan yang sudah didiami kembali dan menyerang umat-Ku yang dikumpulkan dari tengah bangsa-bangsa. Mereka sudah mempunyai ternak dan harta benda dan mereka diam di pusat bumi. 38:13 Negeri Syeba dan Dedan beserta pembeli-pembeli barangnya, negeri Tarsis beserta pedagang-pedagangnya akan berkata kepadamu: Apakah engkau datang untuk merampas dan mengumpulkan sekutumu untuk menjarah, untuk mengangkut perak dan emas, untuk melarikan ternak dan harta benda dan untuk melakukan perampasan yang hebat sekali? 38:14 Sebab itu, bernubuatlah, hai anak manusia dan katakanlah kepada Gog: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Ketika umat-Ku Israel sedang diam dengan aman tenteram, pada waktu itulah engkau akan bergerak 38:15 dan datang dari tempatmu dari utara sekali, engkau dengan banyak bangsa yang menyertai engkau, mereka semuanya mengendarai kuda, suatu kumpulan yang besar dan suatu pasukan yang kuat. 38:16 Engkau bangkit melawan umat-Ku Israel seperti awan yang menutupi seluruh bumi. Pada hari yang terkemudian akan terjadi hal itu dan Aku akan membawa engkau untuk melawan tanah-Ku, supaya bangsa-bangsa mengenal Aku, pada saat Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan mereka, hai Gog. 38:17 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Engkaulah itu tentang siapa Aku sudah berfirman pada hari-hari dahulu kala dengan perantaraan hamba-hamba-Ku, yaitu nabi-nabi Israel, yang bertahun-tahun bernubuat pada waktu itu, bahwa Aku akan membawa engkau melawan umat-Ku. 38:18 Pada waktu itu, pada saat Gog datang melawan tanah Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH, amarah-Ku akan timbul. Dalam murka-Ku, 38:19 dalam cemburu-Ku dan dalam api kemurkaan-Ku Aku akan berfirman: Pada hari itu pasti terjadi gempa bumi yang dahsyat di tanah Israel. 38:20 Ikan-ikan di laut, burung-burung di udara, binatang-binatang hutan, segala binatang melata yang merayap di bumi dan semua manusia yang ada di atas bumi akan gentar melihat wajah-Ku. Gunung-gunung akan runtuh, lereng-lereng gunung akan longsor dan tiap tembok akan roboh ke tanah. 38:21 Dan Aku akan memanggil segala macam kekejutan terhadap Gog, demikianlah firman Tuhan ALLAH, sehingga pedang seorang  akan memakan yang lain. 38:22 Aku akan menghukum dia dengan sampar dan tumpahan darah; Aku akan menurunkan hujan lebat, rambun, api dan hujan belerang ke atasnya dan ke atas tentaranya dan ke atas banyak bangsa yang menyertai dia. 38:23 Aku akan menunjukkan kebesaran-Ku dan kekudusan-Ku dan menyatakan diri-Ku di hadapan bangsa-bangsa yang banyak, dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN. (Yehezkiel 28:1-23). Lihat pula  Yehezkiel 39:1-29.    

Hubungan Dzulqarnain dengan Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog)

 Sehubungan dengan Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) tersebut Allah Swt. berfirman dalam Al-Quran berkenaan gerakan militer Dzulqarnain atau Cyrus (Koresy) – raja Media dan Persia – firman-Nya:
حَتّٰۤی  اِذَا بَلَغَ  بَیۡنَ السَّدَّیۡنِ وَجَدَ مِنۡ دُوۡنِہِمَا قَوۡمًا ۙ لَّا یَکَادُوۡنَ یَفۡقَہُوۡنَ قَوۡلًا ﴿﴾  قَالُوۡا یٰذَاالۡقَرۡنَیۡنِ  اِنَّ یَاۡجُوۡجَ وَ مَاۡجُوۡجَ مُفۡسِدُوۡنَ فِی الۡاَرۡضِ فَہَلۡ نَجۡعَلُ لَکَ خَرۡجًا عَلٰۤی اَنۡ  تَجۡعَلَ بَیۡنَنَا وَ  بَیۡنَہُمۡ  سَدًّا ﴿﴾
Hingga ketika ia sampai ke tempat di antara dua bukit  ia mendapati di samping  keduanya suatu kaum yang hampir tidak mengertl sepatah kata pun.  Mereka berkata: "Ya Zulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj membuat  kerusakan di bumi,  maka bolehkah kami memberikan upeti  kepada engkau supaya engkau mem-buat penghalang di antara kami dengan mereka.  (Al-Kahf [18]:94-95).
   Kata-kata Ya’juj dan Ma’juj kedua-duanya berasal dari akar kata ajja, yang berarti  ia cepat  langkahnya; ia atau sesuatu itu menjadi api yang menvala-nyala (Lexicon Lane). Ya’juj dan Ma’juj menunjuk kepada bangsa Scythia sebelah timur yang terjauh. Atau  seperti dikatakan oleh beberapa pakar, semua bangsa yang mendiami bagian utara Asia dan Eropa (Encyclopaedia Britannica. & Jewish  Encyclopaedia, pada kata "Gog" dan "Magog", dan Historians'  History of the World, jilid 2 hlm. 582 & Yehezkiel 38 : 2-6 & 39 : 6).
Kata-kata ini dapat pula dikenakan kepada bangsa-bangsa Kristen dari barat oleh karena mereka sangat gemar memakai api yang menyala­-nyala dan air yang mendidih, dan disebabkan semua kemajuan kebendaan dan penemuan-penemuan serta ciptaan-ciptaan mereka itu merupakan akibat penggunaan barang-barang tersebut dengan tepat dan sangat luas.
  Atau kata-kata  Ya’juj dan Ma’juj itu dapat menunjuk kepada gerak-gerik bangsa-bangsa itu yang gelisah resah karena mereka senantiasa mencari-cari kesempatan dengan tidak mengenal lelah dan tidak sabar mengadakan penaklukan-penaklukan baru.
Gambaran Ya’juj dan Ma’juj seperti yang diberikan dalam Bible, tidak meragukan sedikit pun, cocok dengan beberapa kerajaan Kristen dari barat: 
   Pertama, karena mereka disebut sangat banyak, gagah-perkasa dan berkuasa:
"Maka pada masa itu engkau akan datang naik seperti guruh yang membinasakan dan seperti awan-awan yang menudungi muka tanah, engkau dengan segala balatentaramu dan beberapa bangsa sertamu” (Yehezkiel 38:9).
 “Seperti Ya’juj dan M’ajuj, supaya menghimpun mereka itu akan berperang, yang banyaknya mereka seperti pasir di pantai laut" (Wahyu 20:8).
 "Daging orang pahlawan akan kamu makan dan darah orang besar di dunia akan kamu minum; domba jantan dan anak kambing dan  kambing jantan dan lem-bu muda. semuanya binatang tambun-tambun dari Bazan! Kamu akan makan lemaknya sampai kenyang dan minum darah sampai mabuk dari sembelihan, yano, telah kusem-belih bagi kamu" (Yehezkiel 39:18, 19).
   Kedua, mereka digambarkan sebagai datang dari bagian-bagian bumi sebelah utara dan dari pulau-pulau:
"Bahkan, engkau akan datang dari tempatmu, dari sebelah utara sekali. baik engkau. baik beberapa bangsa besertamu.” (Yehezkiel 38:15).
Ketiga, mereka akan tersebar di seluruh dunia:
"Maka mereka itu naik pula ke tanah yang luas (Wahyu 20:9).
Keempat, dari kediaman mereka di utara, mereka akan hijrah ke negeri-negeri lain dan menetap di seluruh penjuru dunia, dan di masa peperangan mereka akan datang berkumpul dari jajahan-jajahan mereka yang jauh-jauh:
 "Apabila genap seribu tahun maka iblis akan dilepaskan pula dari dalam belenggunya. lalu keluar hendak menyesatkan segala bangsa yang ada di dalam empat penjuru alam, seperti Yajuj-Majuj, supaya menghimpun mereka itu akan berperang, maka banyaknya mereka itu seperti pasir di pantai laut" (Wahyu 2:7-8).
   Kitab Yehezkiel menyebut Ya’juj "sebagai raja Rus, Mesekh dan Tubal", jelas kata Rus di sini menujuk kepada Rusia. Mesekh kepada Moskwa. Tubal kepada Tobolsk. Ya’juj disebut juga sebagian dari tanah Ma’juj (Yehezkiel 38:2), dan Ma’juj menurut para  ahli tafsir Bible, merupakan daerah-daerah yang pada zaman purba disebut dengan nama Scythia (termasuk Rusia dan Tartar), dari sana pada masa yang lampau telah datang banyak gerombolan manusia liar dan biadab.
  Oleh sebab Rusia termasuk dalam daerah Ma’juj, maka Rus, Meskh, dan Tubal dapat dianggap sebagai ganti Rusia, Moskwa dan Tobolsk. Dan Ma’juj telah disebutkan pula sebagai nama suatu kaum dalam Yehezkiel 39:6 dan dalam Wahyu 20:8. Dalam Yehezkiel, Ma’juj telah disebutkan bersama-sama mereka "yang duduk di tepi laut itu dengan sentosanya."
   Menurut kutipan-kutipan tersebut Ya’juj dan Ma’juj menggambarkan beberapa  kekuatan besar di Eropa, termasuk Rusia. Dalam Al-Quran (QS.18:95) mereka telah disebut mengadakan serangan-serangan terhadap daerah-daerah yang terletak di perbatasan utara Iran, yang menunjukkan bahwa mereka itu dari suku-suku yang umumnya dikenal sebagai bangsa Scythia, sesuai  firman Allah Swt. dalam Al-Quran:

حَتّٰۤی  اِذَا بَلَغَ  بَیۡنَ السَّدَّیۡنِ وَجَدَ مِنۡ دُوۡنِہِمَا قَوۡمًا ۙ لَّا یَکَادُوۡنَ یَفۡقَہُوۡنَ قَوۡلًا ﴿﴾  قَالُوۡا یٰذَاالۡقَرۡنَیۡنِ  اِنَّ یَاۡجُوۡجَ وَ مَاۡجُوۡجَ مُفۡسِدُوۡنَ فِی الۡاَرۡضِ فَہَلۡ نَجۡعَلُ لَکَ خَرۡجًا عَلٰۤی اَنۡ  تَجۡعَلَ بَیۡنَنَا وَ  بَیۡنَہُمۡ  سَدًّا ﴿﴾
Hingga ketika ia (Dzulqarnain) sampai ke tempat di antara dua bukit  ia mendapati di samping  keduanya suatu kaum yang hampir tidak mengertl sepatah kata pun.  Mereka berkata: "Ya Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj membuat kerusakan di bumi,  maka bolehkah kami memberikan upeti  kepada engkau supaya engkau mem-buat penghalang di antara kami dengan mereka.  (Al-Kahf [18]:94-95).
  Telah merupakan kenyataan sejarah yang cukup diketahui  bahwa zaman purba bangsa Scythia terus-menerus bergerak dari  Asia ke Eropa dalam rombongan-rombongan besar,  sedang jalan mereka terletak di sebelah utara pegunungan Kaukasus (Encyclopaedia Britannica jilid 12, h1m, 263. Edisi 14).
 Apabila gelombang pertama telah menetap di Eropa, gelombang-gelombang barn menyusul dari timur dan terus mendesak gelombang-gelombang yang  mendahuluinya ke arah lebih barat lagi. Jadi bangsa-bangsa Eropa secara sah, telah  disebut Ya’juj dan Ma’juj dalam nubuatan Bible.
Anehnya kisah dua pahlawan  bernama Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog)  masih tersimpan di Guild Hall (di London) berupa dua patung. Lagi pula  nampak dari kitab Yehezkiel dan Wahyu. bahwa Ya’juj dan Ma’juj  akan muncul di Akhir Zaman, yaitu di masa menjelang kebangkitan Nabi Isa Al-Masih a.s. kedua kalinya atau (Al-Masih Mau’ud a.s.:
"Dan engkau pun akan mendatangi umatku Israil hendak menudungi muka tanah seperti awan-awan" (Yehezkiel 38:16). Lihat pula Wahyu 20:7-10.
   Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa nubuatan ini menunjuk kepada suatu kaum yang akan  muncul pada masa mendatang. Zaman yang ditakdirkan akan munculnva Ya’juj dan Ma’juj itu ditandai peperangan-peperangan, gempa bumi. Wabah serta dan malapetaka yang mengerikan.  
  Suku bangsa Scythia, yaitu Ya’juj dan Ma’juj menguasai daerah-daerah di sebelah utara dan timur laut Laut Hitam, dan mereka datang dari daerah-daerah itu melalui lembah Darband dan menjarah serta menaklukkan serta memerintah orang-orang Persia. Kemudian Dzulqarnain atau Cyrus (Koresy) mengalahkan mereka dan melepaskan orang-orang Persia dari cengkeraman mereka (Historians' History of the World).
   Persis di tempat itu, yang menurut Herodotus ada lembah  --  dan melalui itu bangsa-bangsa Scythia mengadakan serbuan-serbuan terhadap  negeri Persia  -- terdapat sebuah dinding, ialah dinding Darband yang tersohor. Derbent atau Darband adalah sebuah kola di Persia. Kaukasia, di Propinsi Deghestan, di sebelah barat pantai Laut Kaspia,  dan di selatan terletak tanah-ujung dinding Kaukasus menjorok ke laut, panjangnya 50 mil, yang dinamakan juga dinding Iskandar, menutup lembah sempit Iron Gate (Pintu Besi) atau Caspian Gate (Pintu Gerbang Kaspia). Dinding ini, ketika masih utuh, tingginya 29 kaki dan tebalnya kurang lebih 10 kaki, dengan pintu‑pintu besinya dan sejumlah besar menara-menara penjagaan, membentuk pertahanan yang kuat di perbatasan Persia" (Encyclopaedia Britannica, pada kata "Derbent").

Pembangun “Dinding Darbad” adalah Cyrus atau Dzulqarnain

 Bertentangan dengan kenyataan-kenyataan sejarah yang telah terbukti kebenarannya, pada umumnya dianggap  bahwa dinding itu telah dibangun oleh Iskandar Agung. Tetapi gerakan-gerakan militer Iskandar  tidak ubahnya seperti angin puyuh yang ada ketika itu, ia tidak akan sempat mengurus rencana luas  seperti mendirikan dinding yang begitu besar.
   Demikian pula wafatnya dalam usia begitu muda tidak memberi kepadanya  waktu yang cukup untuk menghadapi suatu rencana yang begitu besar. Rupanya anggapan itu telah timbul dari kenyataan, bahwa ahli tafsir Al-Quran dari kalangan orang-orang Islam mempunyai anggapan sala  bahwa Dzulqarnain itu Iskandar. Bukti-bukti kenyataan berikut menunjukkan  bahwa Cyrus-lah yang mendirikan dinding itu:
 (a) Untuk mematahkan kekuatan bangsa Scythia, Darius, yang menaiki takhta kerajaan sesudah wafat putra Cyrus, dengan melalui Yunani menyerang bangsa Scythia, dari jurusan Eropa. Tidak masuk akal, bahwa is menempuh perjalanan begitu jauh lagi sukar dan mengambil jalan keliling, untuk menyerang kaum itu melalui Eropa Tengah. padahal mereka tinggal sangat dekat kepadanya di sebelah utara.
  Kesimpulan yang tidak dapat dielakkan ialah, bahwa memang ada suatu dinding yang sangat besar, hanya mungkin didirikan oleh Cyrus sebelum zaman Darius. Seandainya tembok yang menghalangi musuh tidak ada, maka hal itu tidak memungkinkan Darius dengan pasukan yang besar, pergi ke sebelah lain dengan mengambil jalan memutar, sambil meninggalkan negeri sendiri terbuka terhadap serangan-serangan musuh dari utara.
    (b) Sebelum masa Cyrus, bangsa Scythia mengadakan penyerbuan-penyerbuan terus-menerus dengan tidak ada henti-hentinya terhadap Persia, tetapi sesudah diadakannya penaklukan-penaklukan maka penyerbuan-penyerbuan itu terhenti sama sekali. Kenyataan ini membawa kepada kesimpulan yang sangat mungkin, yaitu bahwa niscaya Cyrus yang telah mendirikan  penghalang yang berhasil menghentikan serangan-serangan Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) itu,  dan penghalang itu tentunya dinding Darband yang tersohor, yang keliru orang kenal sebagai dinding Iskandar, sesuai  jawaban Dzulqarnain terhadap permintaan  dibuatnya suatu “penghalang” agar Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) tidak lagi melakukan penyerangan, firman-Nya:
قَالَ مَا مَکَّنِّیۡ فِیۡہِ رَبِّیۡ خَیۡرٌ فَاَعِیۡنُوۡنِیۡ بِقُوَّۃٍ  اَجۡعَلۡ بَیۡنَکُمۡ وَ بَیۡنَہُمۡ  رَدۡمًا ﴿ۙ﴾  اٰتُوۡنِیۡ زُبَرَ الۡحَدِیۡدِ ؕ حَتّٰۤی  اِذَا سَاوٰی بَیۡنَ الصَّدَفَیۡنِ قَالَ انۡفُخُوۡا ؕ حَتّٰۤی  اِذَا جَعَلَہٗ  نَارًا ۙ قَالَ اٰتُوۡنِیۡۤ  اُفۡرِغۡ عَلَیۡہِ قِطۡرًا ﴿ؕ﴾  فَمَا اسۡطَاعُوۡۤا اَنۡ یَّظۡہَرُوۡہُ  وَ مَا اسۡتَطَاعُوۡا  لَہٗ  نَقۡبًا ﴿﴾  قَالَ ہٰذَا رَحۡمَۃٌ مِّنۡ رَّبِّیۡ ۚ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ رَبِّیۡ جَعَلَہٗ  دَکَّآءَ ۚ وَ کَانَ وَعۡدُ رَبِّیۡ  حَقًّا  ﴿ؕ﴾ وَ تَرَکۡنَا بَعۡضَہُمۡ یَوۡمَئِذٍ یَّمُوۡجُ فِیۡ بَعۡضٍ وَّ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ فَجَمَعۡنٰہُمۡ جَمۡعًا ﴿ۙ﴾
la (Dzulqarnain) berkata: "Kekuasaan  yang dianugerahkan kepadaku oleh Rabb-ku (Tuhan-ku) dalam hal ini adalah lebih baik, tetapi kamu boleh membantuku dengan kekuatan, aku akan men-dirikan di antara kamu dengan mereka sebuah penghalang. Berikanlah kepadaku kepingan-kepingan besi,  hingga ketika ia telah meratakan  di antara kedua bukit itu, ia berkata: “Hembuskanlah.” Hingga ketika ia telah menjadikannya seperti api ia berkata: "Berikanlah kepadaku cairan tembaga, supaya aku dapat menuangkan di atasnya."   Maka mereka, Ya’juj dan Ma’juj tidak dapat memanjatnya dan tidak dapat melubanginya. Ia, Dzulqarnain, berkata: “Ini rahmat dari Rabb-ku (Tuhan-ku), tetapi apabila telah tiba janji Rabb-ku (Tuhan-ku), Dia akan me­mecahkannya  berkeping-keping, dan  janji Rabb-ku (Tuhan-ku) itu pasti benar. Dan pada hari itu Kami akan mem­biarkan sebagian mereka  menye-rang sebagian lain dan nafiri akan ditiup  lalu  Kami akan menghimpun mereka itu semuanya.  (Al-Kahf [19]:96-100).

(Bersambung)

Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid

oo0oo

Pajajaran Anyar,  4 Februari  2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar