Bismillaahirrahmaanirrahiim
ISLAM
Pidato Mirza Ghulam Ahmad a.s.
Tgl. 2 November 1904
di Kota Sialkote – Hindustan
Bab 11
HUBUNGAN PELEPASAN SEMENTARA IBLIS DARI “PEMENJARAAN
SERIBU TAHUN” DENGAN MUNCULNYA NABI-NABI PALSU DAN MERAJALELANYA KEMBALI YA’JUJ (GOG) DAN MA’JUJ (MAGOG)
Oleh
Ki Langlang Buana Kusuma
|
D
|
alam bagian akhir Bab 10 telah dijelaskan topik Makna “Bangkit”
dari “Tidur” Ratusan Tahun Ashhabul-Kahf
(Penghuni Gua) dalam firman-Nya:
وَ تَحۡسَبُہُمۡ اَیۡقَاظًا وَّ ہُمۡ رُقُوۡدٌ ٭ۖ وَّ نُقَلِّبُہُمۡ
ذَاتَ الۡیَمِیۡنِ
وَ ذَاتَ الشِّمَالِ ٭ۖ وَ
کَلۡبُہُمۡ بَاسِطٌ ذِرَاعَیۡہِ بِالۡوَصِیۡدِ ؕ لَوِ اطَّلَعۡتَ عَلَیۡہِمۡ لَوَلَّیۡتَ
مِنۡہُمۡ فِرَارًا
وَّ لَمُلِئۡتَ
مِنۡہُمۡ
رُعۡبًا ﴿﴾
Dan
engkau menyangka mereka itu bangun padahal mereka itu tidur, dan Kami
membolik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, dan anjing
mereka sedang menjulurkan kedua
kaki-depannya di halaman gua itu. Seandainya engkau menyaksikan mereka niscaya engkau akan berbalik dari mereka untuk
melarikan diri dan niscaya engkau
akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka. (Al-Kahfi [18]:19).
Makna ayat: “Dan engkau menyangka mereka itu bangun padahal mereka itu tidur.“
Orang-orang Islam di masa Nabi
Besar Muhamad saw. telah
diberi peringatan sebelumnya oleh
Allah Swt. bahwa bangsa-bangsa Kristen
– yakni Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) -- di daerah utara sedang berleha-leha, tetapi tidak lama lagi mereka akan bangkit dari keadaan lelap (tidur) yang meliputi masa ratusan tahun itu, dan merka akan
menyebar ke seluruh dunia serta menguasai dunia – yang dalam Bible Kitab Wahyu 20:710 digambarkan sebagai pelepasan sementara Iblis
dari pemenjaraannya selama 1000 tahun:
20:7 Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya,
20:8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa
pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog
dan Magog, dan mengumpulkan
mereka untuk berperang dan
jumlah mereka sama dengan banyaknya
pasir di laut. 20:9 Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi,
lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus
dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, 20:10
dan iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan
ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka
disiksa siang-malam sampai
selama-lamanya (Wahyu 20:7-10).
Kata-kata:
وَّ نُقَلِّبُہُمۡ ذَاتَ الۡیَمِیۡنِ وَ ذَاتَ الشِّمَالِ
-- "Kami akan membolik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri"
nampaknya menunjuk kepada berkeliarannya
bangsa-bangsa
Kristen dari barat di muka bumi pada abad ke-17 Masehi serta
tersebarnya mereka ke semua jurusan untuk mencari pasaran baru dan untuk mencapai penaklukan-penaklukan
yang baru
pula.
Makna ayat: “dan anjing mereka sedang menjulurkan kedua kaki-depannya di
halaman gua itu,” kata-kata itu di
samping menunjuk kepada kesayangan
yang mendalam bangsa-bangsa Kristen
di barat kepada anjing, ayat tersebut
dapat pula dianggap menunjuk kepada kerajaan
Byzantine (Romawi Timur) yang ketika itu mengadakan penjagaan terhadap Eropa
pada kedua pantai Laut Marmora, yang
kelihatan seperti seekor anjing yang
mengadakan penjagaan, dengan
membentangkan kaki-depannya ke kedua sisinya.
Makna ayat
selanjutnya: “Seandainya engkau menyaksikan mereka niscaya engkau akan berbalik dari mereka
untuk melarikan diri dan niscaya engkau
akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka.” Kata-kata ini menunjuk kepada masa ketika bangsa-bangsa
Kristen dari barat akan memperoleh kekuasaan
politik yang besar di seluruh dunia dengan kekuatan militernya yang sangat hebat,
sehingga bangsa mana pun tidak akan
mampu menghadapi mereka.
Al-Quran
menubuatkan hakikat ini ratusan tahun sebelumnya, ketika bangsa-bangsa Kristen masih terbenam dalam tidur lelap ratusan tahun, sehingga daya ciptamanusia yang
betapa pun kaya dan luasnya tidak dapat meramalkan
kekuasaan dan kemuliaan yang akan
dicapai oleh bangsa-bangsa itu
sesudahnya.
Jadi, ayat “dan niscaya engkau akan
dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka“
ini berisikan gambaran khas
mengenai kekuasaan duniawi bangsa-bangsa
Kristen dari barat di atas negeri-negeri sebelah timur
dan selatan, cara hidup mereka yang
khusus, rasa takut, dan keseganan yang bangsa ini timbulkan di
tengah-tengah rakyat-rakyat yang mendiami daerah-daerah yang dikuasai mereka.
Itulah sebabnya
mereka mampu mempertahankan kekuasaannya
di wilayah-wilayah jajahan mereka
selama ratusan tahun -- contohnya penjajahan Belanda (VOC) atas wilayah Nusantara selama 350 tahun
-- firman-Nya:
وَ حَرٰمٌ عَلٰی قَرۡیَۃٍ اَہۡلَکۡنٰہَاۤ اَنَّہُمۡ لَا
یَرۡجِعُوۡنَ ﴿﴾ حَتّٰۤی اِذَا
فُتِحَتۡ یَاۡجُوۡجُ وَ مَاۡجُوۡجُ وَ ہُمۡ مِّنۡ
کُلِّ حَدَبٍ یَّنۡسِلُوۡنَ ﴿﴾
Dan terlarang bagi penduduk suatu negeri yang telah Kami binasakan bahwa sesungguhnya mereka itu tidak mungkin kembali.
Hingga apabila dibukakan pin-tu pemenjaraan Ya’juj dan Ma’juj dan mereka
turun dengan cepat dari setiap ketinggian (Al-Anbiya [21]:96-97).
Jika ayat 97 dibaca bersama-sama dengan ayat yang mendahuluinya maka
maksud ayat ini ialah bahwa hukum alam
bekerja demikian rupa, sehingga sekali bila suatu kaum — sesudah mencapai puncak
kejayaan dan kemuliaannya —
mengalami kebinasaan dan kehancuran, mereka tidak mendapatkan kembali kejayaan mereka yang hilang itu.
Demikian pula Ya’juj (Gog) dan
Ma’juj (Magog) -- yakni bangsa-bangsa
Kristen dari Barat yang bermata biru (QS.20:103-105) -- pun dengan kejayaan dan kemuliaan besar mereka dalam kebendaan
tidak dapat mengelakkan diri dari hukum
alam tersebut. Mereka akan jatuh
dan tidak akan bangkit kembali untuk
selama-lamanya.
Ya’juj
(Gog) dan Ma’juj (Magog) atau bangsa-bangsa
Kristen barat telah mencapai segala puncak
kekuasaan politik dan telah menyebar ke seluruh dunia, sesuai dengan
nubuatan Allah Swt. dalam Al-Quran: وَ ہُمۡ
مِّنۡ کُلِّ حَدَبٍ
یَّنۡسِلُوۡنَ --
“dan mereka turun dengan cepat dari setiap ketinggian“ berarti, bahwa
mereka akan menempati setiap ujung yang membawa keuntungan dan akan menguasai
seluruh dunia.
Nubuatan Dzulqarnain
(Cyrus -- Raja Media dan Persia)
Kenyataan tersebut sesuai dengan nubuatan Dzulqarnain (Cyus) – Raja Media dan Persia -- berkenaan akan
berkeliarannya kembali Ya’juj (Gog)
dan Ma’juj (Magog) setelah untuk
sementara waktu berhasil dihalangi melalui pembuatan
dinding Darband (QS.18:95-99), firman-Nya:
فَمَا اسۡطَاعُوۡۤا اَنۡ یَّظۡہَرُوۡہُ وَ مَا
اسۡتَطَاعُوۡا لَہٗ نَقۡبًا ﴿﴾ قَالَ
ہٰذَا رَحۡمَۃٌ
مِّنۡ رَّبِّیۡ ۚ
فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ رَبِّیۡ
جَعَلَہٗ دَکَّآءَ ۚ وَ
کَانَ وَعۡدُ رَبِّیۡ حَقًّا ﴿ؕ﴾ وَ تَرَکۡنَا بَعۡضَہُمۡ
یَوۡمَئِذٍ یَّمُوۡجُ فِیۡ بَعۡضٍ وَّ نُفِخَ
فِی الصُّوۡرِ فَجَمَعۡنٰہُمۡ جَمۡعًا ﴿ۙ﴾ وَّ عَرَضۡنَا جَہَنَّمَ یَوۡمَئِذٍ لِّلۡکٰفِرِیۡنَ
عَرۡضَۨا ﴿﴾ۙ الَّذِیۡنَ
کَانَتۡ اَعۡیُنُہُمۡ فِیۡ غِطَـآءٍ
عَنۡ ذِکۡرِیۡ وَ
کَانُوۡا لَا یَسۡتَطِیۡعُوۡنَ سَمۡعًا ﴿﴾٪
Maka
mereka, Ya'juj dan Ma'juj tidak dapat memanjatnya dan tidak dapat melubanginya. Ia, Dzulqarnain, berkata: Ini rahmat dari Rabb-ku (Tuhan-ku), tetapi apabila telah tiba janji Rabb-ku (Tuhan-ku),
Dia akan memecahkannya berkeping-keping,
dan janji
Rabb-ku (Tuhan-ku) itu pasti benar.
Dan pada hari itu Kami akan membiarkan sebagian mereka menyerang sebagian lain, dan nafiri akan ditiup, lalu Kami akan menghimpun mereka itu semuanya.
Dan pada
hari itu Kami menghadirkan Jahannam berhadapan muka dengan orang-orang kafir, yaitu orang-orang
yang mata mereka tertutup dari peringatan-Ku,
dan mereka tidak mampu mendengar
(Al-Kahf [18]:98-102).
Setelah
pembuatan dinding Darband itu
selesai maka berhentilah serangan-serangan
Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) dari utara. Dinding
Darband itu terlalu tebal untuk dipecahkan dan ditembus, dan terlalu tinggi
untuk dipanjat. Dinding itu tingginva 29 kaki dan lebarnya 10 kaki (Encyclopaedia Britannica) dan
mempunyai pintu-pintu besi dan menara-menara penjagaan. Dinding itu
merupakan penjaga batas Persia yang
paling ampuh.
Cyrus
atau Dzulqarnain tentunya telah diberitahu Allah Swt. melalui ilham
bahwa pada suatu ketika di masa depan Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) akan tersebar sekali lagi ke tenggara, dan tembok itu akan mampu menahan atau menghentikan gerak maju mereka. Rupanya inilah arti dari kata-kata
"Dia akan memecahkannya."
Dalam
QS.21:97 sebelum ini kita diberitahu
bahwa Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog)
akan menjulurkan tangan-tangan guritanya ke seluruh dunia. Secara kiasan. "memecahkan dinding” dapat pula menunjuk
kepada merosotnva kekuatan politik Islam,
terutama kekuatan bangsa (kerajaan) Turki di Eropa. Dengan menjadi
lemahnya kerajaan Turki maka jalan bangsa-bangsa Kristen di Eropa
untuk menaklukkan daerah timur
menjadi terbuka.
Makna ayat: “Dan pada hari itu Kami akan
membiarkan sebagian mereka menyerang
sebagian lain, dan nafiri akan ditiup,
lalu Kami akan menghimpun mereka itu semuanya” Pada waktu menanjaknya Ya’juj
(Gog) dan Ma’juj (Magog) ke tangga kekuasaan,
bangsa‑bangsa di seluruh dunia akan berhimpun sehingga seluruh dunia akan menjadi seperti satu negeri. Dan menurut Bible, “Bangsa akan melawan bangsa dan kerajaan
melawan kerajaan serta kedengkian, kebencian, dan keburukan akan merajalela."
Pelepasan Sementara “Iblis”
atau Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) dari “Pemenjaraan 1000 Tahun”
Isyarat itu
nampaknya ditujukan kepada zaman
sekarang ini. Dalam dua Perang dunia yang lampau seolah-olah Ya’juj
(Gog) dan Ma’juj (Magog) -- yakni “Iblis
dan Satan si ular tua” -- telah dilepaskan
di dunia dari pemenjaraan mereka selama 1000
tahun (Wahyu 20:7-10), dan manusia gemetar bila mengkhayalkan kebinasaan yang dapat diakibatkan oleh Perang Dunia Ketiga atau Perang Nuklir.
Mengenai Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) diterangkan
dalam Bible yaitu Kitab Yehezkiel bab-bab 38 dan 39:
Firman TUHAN
tentang Gog di tanah Magog
38:1 Datanglah
firman TUHAN kepadaku: 38:2
"Hai anak manusia, tujukanlah mukamu kepada Gog di tanah Magog, yaitu raja agung negeri Mesekh dan Tubal dan bernubuatlah melawan dia 38:3 dan
katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, hai
Gog raja agung negeri Mesekh dan Tubal. 38:4 Aku akan
menarik engkau dengan mengenakan kelikir pada rahangmu dan membawa
engkau ke luar beserta seluruh tentaramu, yaitu pasukan berkuda, semuanya
berpakaian lengkap, suatu kumpulan orang banyak dengan perisai besar dan kecil
dan semuanya berpedang di tangannya. 38:5 Orang Persia, Etiopia, dan Put menyertai
mereka dan semuanya dengan perisai dan ketopong; 38:6 orang Gomer dengan seluruh bala
tentaranya, Bet-Togarma dari utara sekali dengan seluruh bala
tentaranya, banyak bangsa menyertai engkau. 38:7 Bersedialah dan bersiaplah engkau dengan
semua kumpulan orang yang menggabungkan diri dengan engkau dan jadilah
pelindung bagi mereka. 38:8 Sesudah waktu yang lama sekali engkau akan
mendapat perintah; pada hari yang terkemudian engkau akan datang di sebuah
negeri yang dibangun kembali sesudah musnah karena perang, dan engkau menuju
suatu bangsa yang dikumpul dari tengah-tengah banyak bangsa di atas
gunung-gunung Israel yang telah lama menjadi reruntuhan. Bangsa ini telah
dibawa ke luar dari tengah bangsa-bangsa dan mereka semuanya diam dengan aman
tenteram. 38:9 Engkau muncul seperti angin badai dan
datang seperti awan yang menutupi seluruh bumi, engkau beserta
seluruh bala tentaramu dan banyak bangsa menyertai engkau. 38:10 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Pada hari itu timbullah
niat dalam hatimu dan engkau membuat rancangan jahat.
38:11 Engkau berkata: Aku akan bangkit bergerak menyerang
tanah yang kota-kotanya tanpa tembok dan akan mendatangi orang-orang yang
hidup tenang-tenang dan diam dengan aman tenteram; mereka semuanya diam tanpa
tembok atau palang atau pintu gerbang. 38:12 Engkau bermaksud untuk merampas dan menjarah dan
mengacungkan tanganmu terhadap reruntuhan-reruntuhan yang sudah didiami kembali
dan menyerang umat-Ku yang dikumpulkan dari tengah bangsa-bangsa. Mereka sudah
mempunyai ternak dan harta benda dan mereka diam di pusat bumi. 38:13 Negeri Syeba dan Dedan beserta
pembeli-pembeli barangnya, negeri Tarsis beserta
pedagang-pedagangnya akan berkata kepadamu: Apakah engkau datang untuk merampas
dan mengumpulkan sekutumu untuk menjarah, untuk mengangkut perak dan emas,
untuk melarikan ternak dan harta benda dan untuk melakukan perampasan yang
hebat sekali? 38:14 Sebab itu, bernubuatlah, hai anak manusia dan
katakanlah kepada Gog: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Ketika umat-Ku Israel
sedang diam dengan aman tenteram, pada waktu itulah engkau akan
bergerak 38:15 dan datang dari tempatmu dari utara sekali, engkau
dengan banyak bangsa yang menyertai engkau, mereka semuanya mengendarai kuda,
suatu kumpulan yang besar dan suatu pasukan yang kuat. 38:16 Engkau bangkit melawan umat-Ku Israel seperti awan
yang menutupi seluruh bumi. Pada hari yang terkemudian akan terjadi hal
itu dan Aku akan membawa engkau untuk melawan tanah-Ku, supaya bangsa-bangsa
mengenal Aku, pada saat Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di
hadapan mereka, hai Gog. 38:17 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Engkaulah itu tentang
siapa Aku sudah berfirman pada hari-hari dahulu kala dengan perantaraan
hamba-hamba-Ku, yaitu nabi-nabi Israel, yang bertahun-tahun bernubuat pada
waktu itu, bahwa Aku akan membawa engkau melawan umat-Ku. 38:18 Pada waktu itu, pada saat Gog datang melawan tanah
Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH, amarah-Ku akan timbul. Dalam murka-Ku, 38:19 dalam cemburu-Ku dan dalam api kemurkaan-Ku Aku akan
berfirman: Pada hari itu pasti terjadi gempa bumi yang dahsyat di tanah Israel.
38:20 Ikan-ikan di laut, burung-burung di udara,
binatang-binatang hutan, segala binatang melata yang merayap di bumi dan semua
manusia yang ada di atas bumi akan gentar melihat wajah-Ku.
Gunung-gunung akan runtuh, lereng-lereng gunung akan longsor dan
tiap tembok akan roboh ke tanah. 38:21 Dan Aku akan memanggil segala macam kekejutan terhadap
Gog, demikianlah firman Tuhan ALLAH, sehingga pedang seorang akan memakan yang lain. 38:22 Aku akan menghukum dia dengan sampar dan
tumpahan darah; Aku akan menurunkan hujan lebat, rambun, api dan
hujan belerang ke atasnya dan ke atas tentaranya dan ke atas banyak
bangsa yang menyertai dia. 38:23 Aku akan menunjukkan kebesaran-Ku dan kekudusan-Ku
dan menyatakan diri-Ku di hadapan bangsa-bangsa yang banyak, dan mereka akan
mengetahui bahwa Akulah TUHAN. (Yehezkiel 28:1-23). Lihat pula Yehezkiel 39:1-29.
Hubungan Dzulqarnain
dengan Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog)
Sehubungan dengan
Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) tersebut Allah Swt. berfirman dalam Al-Quran
berkenaan gerakan militer Dzulqarnain
atau Cyrus (Koresy) – raja Media dan Persia – firman-Nya:
حَتّٰۤی اِذَا بَلَغَ
بَیۡنَ السَّدَّیۡنِ
وَجَدَ مِنۡ دُوۡنِہِمَا قَوۡمًا ۙ
لَّا یَکَادُوۡنَ یَفۡقَہُوۡنَ قَوۡلًا ﴿﴾ قَالُوۡا یٰذَاالۡقَرۡنَیۡنِ اِنَّ یَاۡجُوۡجَ وَ مَاۡجُوۡجَ مُفۡسِدُوۡنَ فِی الۡاَرۡضِ
فَہَلۡ نَجۡعَلُ لَکَ خَرۡجًا عَلٰۤی اَنۡ تَجۡعَلَ
بَیۡنَنَا وَ بَیۡنَہُمۡ
سَدًّا ﴿﴾
Hingga
ketika ia sampai ke tempat di antara dua bukit ia
mendapati di samping keduanya suatu kaum
yang hampir tidak mengertl sepatah kata
pun. Mereka berkata:
"Ya Zulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj membuat kerusakan di bumi, maka bolehkah
kami memberikan upeti kepada engkau
supaya engkau mem-buat penghalang di antara kami dengan mereka. (Al-Kahf [18]:94-95).
Kata-kata Ya’juj dan Ma’juj
kedua-duanya berasal dari akar kata ajja, yang berarti ia cepat langkahnya; ia atau sesuatu itu menjadi api yang menvala-nyala (Lexicon Lane). Ya’juj dan
Ma’juj menunjuk kepada bangsa
Scythia sebelah timur yang terjauh. Atau
seperti dikatakan oleh beberapa pakar, semua bangsa yang mendiami bagian
utara Asia dan Eropa (Encyclopaedia
Britannica. & Jewish
Encyclopaedia, pada kata "Gog" dan "Magog",
dan Historians' History of the World, jilid 2 hlm.
582 & Yehezkiel 38 : 2-6
& 39 : 6).
Kata-kata ini dapat pula dikenakan kepada bangsa-bangsa Kristen dari barat oleh karena mereka sangat gemar memakai api yang menyala-nyala dan air yang mendidih, dan disebabkan semua kemajuan kebendaan dan penemuan-penemuan
serta ciptaan-ciptaan mereka itu merupakan
akibat penggunaan barang-barang tersebut
dengan tepat dan sangat luas.
Atau kata-kata Ya’juj dan Ma’juj itu dapat
menunjuk kepada gerak-gerik bangsa-bangsa
itu yang gelisah resah karena mereka senantiasa mencari-cari
kesempatan dengan tidak mengenal
lelah dan tidak sabar mengadakan penaklukan-penaklukan
baru.
Gambaran Ya’juj dan
Ma’juj seperti yang diberikan dalam Bible, tidak meragukan sedikit pun,
cocok dengan beberapa kerajaan Kristen dari barat:
Pertama, karena mereka disebut sangat banyak, gagah-perkasa dan berkuasa:
"Maka pada masa itu engkau akan datang naik seperti guruh yang
membinasakan dan seperti awan-awan yang menudungi muka tanah, engkau dengan
segala balatentaramu dan beberapa bangsa sertamu” (Yehezkiel 38:9).
“Seperti
Ya’juj dan M’ajuj, supaya menghimpun mereka itu akan berperang, yang banyaknya
mereka seperti pasir di pantai laut" (Wahyu 20:8).
"Daging
orang pahlawan akan kamu makan dan darah orang besar di dunia akan kamu minum;
domba jantan dan anak kambing dan
kambing jantan dan lem-bu muda. semuanya binatang tambun-tambun dari
Bazan! Kamu akan makan lemaknya sampai kenyang dan minum darah sampai mabuk
dari sembelihan, yano, telah kusem-belih bagi kamu" (Yehezkiel 39:18, 19).
Kedua, mereka digambarkan sebagai datang
dari bagian-bagian bumi sebelah utara dan dari pulau-pulau:
"Bahkan, engkau akan datang dari tempatmu, dari sebelah utara sekali.
baik engkau. baik beberapa bangsa besertamu.” (Yehezkiel 38:15).
Ketiga, mereka akan tersebar di seluruh dunia:
"Maka mereka itu naik pula ke tanah yang luas (Wahyu 20:9).
Keempat, dari kediaman mereka di utara, mereka akan hijrah ke
negeri-negeri lain dan menetap di seluruh penjuru dunia, dan di masa peperangan
mereka akan datang berkumpul dari jajahan-jajahan mereka yang jauh-jauh:
"Apabila
genap seribu tahun maka iblis akan dilepaskan pula dari dalam belenggunya. lalu
keluar hendak menyesatkan segala bangsa yang ada di dalam empat penjuru alam,
seperti Yajuj-Majuj, supaya menghimpun mereka itu akan berperang, maka
banyaknya mereka itu seperti pasir di pantai laut" (Wahyu 2:7-8).
Kitab Yehezkiel
menyebut Ya’juj "sebagai raja Rus,
Mesekh dan Tubal", jelas kata Rus
di sini menujuk kepada Rusia. Mesekh kepada Moskwa. Tubal kepada Tobolsk. Ya’juj disebut juga sebagian dari tanah Ma’juj (Yehezkiel 38:2), dan Ma’juj menurut para ahli
tafsir Bible, merupakan daerah-daerah
yang pada zaman purba disebut dengan nama Scythia
(termasuk Rusia dan Tartar), dari sana pada masa yang lampau telah datang
banyak gerombolan manusia liar dan biadab.
Oleh sebab Rusia
termasuk dalam daerah Ma’juj, maka Rus, Meskh,
dan Tubal dapat dianggap sebagai
ganti Rusia, Moskwa dan Tobolsk. Dan Ma’juj telah disebutkan pula sebagai
nama suatu kaum dalam Yehezkiel 39:6 dan dalam Wahyu 20:8. Dalam Yehezkiel,
Ma’juj telah disebutkan bersama-sama
mereka "yang duduk di tepi laut itu
dengan sentosanya."
Menurut
kutipan-kutipan tersebut Ya’juj dan Ma’juj menggambarkan beberapa
kekuatan besar di Eropa, termasuk Rusia. Dalam Al-Quran (QS.18:95) mereka telah disebut mengadakan serangan-serangan terhadap daerah-daerah yang terletak di perbatasan utara Iran, yang menunjukkan
bahwa mereka itu dari suku-suku yang umumnya dikenal sebagai bangsa Scythia, sesuai firman Allah Swt. dalam Al-Quran:
حَتّٰۤی اِذَا بَلَغَ
بَیۡنَ السَّدَّیۡنِ
وَجَدَ مِنۡ دُوۡنِہِمَا قَوۡمًا ۙ
لَّا یَکَادُوۡنَ یَفۡقَہُوۡنَ قَوۡلًا ﴿﴾ قَالُوۡا یٰذَاالۡقَرۡنَیۡنِ اِنَّ یَاۡجُوۡجَ وَ مَاۡجُوۡجَ مُفۡسِدُوۡنَ فِی الۡاَرۡضِ
فَہَلۡ نَجۡعَلُ لَکَ خَرۡجًا عَلٰۤی اَنۡ
تَجۡعَلَ بَیۡنَنَا وَ بَیۡنَہُمۡ
سَدًّا ﴿﴾
Hingga
ketika ia (Dzulqarnain) sampai ke tempat
di antara dua bukit ia mendapati di samping keduanya suatu kaum yang hampir tidak mengertl sepatah kata pun.
Mereka berkata: "Ya Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj membuat kerusakan di bumi, maka bolehkah
kami memberikan upeti kepada engkau
supaya engkau mem-buat penghalang di antara kami dengan mereka. (Al-Kahf [18]:94-95).
Telah
merupakan kenyataan sejarah yang
cukup diketahui bahwa zaman purba bangsa Scythia terus-menerus bergerak
dari Asia
ke Eropa dalam rombongan-rombongan
besar, sedang jalan mereka terletak di
sebelah utara pegunungan Kaukasus (Encyclopaedia
Britannica jilid 12, h1m, 263. Edisi 14).
Apabila
gelombang pertama telah menetap di Eropa, gelombang-gelombang barn menyusul
dari timur dan terus mendesak gelombang-gelombang yang mendahuluinya ke arah lebih barat lagi. Jadi
bangsa-bangsa Eropa secara sah, telah
disebut Ya’juj dan Ma’juj dalam nubuatan Bible.
Anehnya kisah dua pahlawan bernama Ya’juj
(Gog) dan Ma’juj (Magog) masih tersimpan di Guild Hall (di London)
berupa dua patung. Lagi pula nampak dari kitab Yehezkiel dan Wahyu.
bahwa Ya’juj dan Ma’juj akan muncul di Akhir Zaman, yaitu di masa menjelang
kebangkitan Nabi Isa Al-Masih a.s. kedua kalinya atau (Al-Masih Mau’ud a.s.:
"Dan engkau pun akan mendatangi umatku Israil hendak menudungi muka
tanah seperti awan-awan" (Yehezkiel
38:16). Lihat pula Wahyu 20:7-10.
Ayat-ayat
ini menunjukkan bahwa nubuatan ini
menunjuk kepada suatu kaum yang akan muncul pada masa mendatang. Zaman yang
ditakdirkan akan munculnva Ya’juj dan
Ma’juj itu ditandai peperangan-peperangan, gempa bumi. Wabah serta dan malapetaka
yang mengerikan.
Suku bangsa Scythia, yaitu Ya’juj dan
Ma’juj menguasai daerah-daerah di
sebelah utara dan timur laut Laut Hitam,
dan mereka datang dari daerah-daerah itu melalui lembah Darband dan menjarah
serta menaklukkan serta memerintah orang-orang Persia. Kemudian Dzulqarnain atau Cyrus (Koresy) mengalahkan mereka dan melepaskan orang-orang Persia
dari cengkeraman mereka (Historians'
History of the World).
Persis di tempat itu, yang menurut Herodotus ada lembah
-- dan melalui itu bangsa-bangsa Scythia mengadakan
serbuan-serbuan terhadap negeri Persia -- terdapat sebuah dinding, ialah dinding Darband
yang tersohor. Derbent atau Darband adalah sebuah kola di Persia. Kaukasia,
di Propinsi Deghestan, di sebelah barat pantai Laut Kaspia, dan di selatan terletak tanah-ujung dinding
Kaukasus menjorok ke laut, panjangnya 50 mil, yang dinamakan juga dinding Iskandar, menutup lembah sempit
Iron Gate (Pintu Besi) atau Caspian Gate (Pintu Gerbang Kaspia). Dinding ini,
ketika masih utuh, tingginya 29 kaki dan tebalnya kurang lebih 10 kaki, dengan
pintu‑pintu besinya dan sejumlah besar menara-menara penjagaan, membentuk
pertahanan yang kuat di perbatasan Persia" (Encyclopaedia Britannica, pada kata
"Derbent").
Pembangun “Dinding Darbad” adalah Cyrus
atau Dzulqarnain
Bertentangan
dengan kenyataan-kenyataan sejarah
yang telah terbukti kebenarannya, pada umumnya dianggap bahwa dinding
itu telah dibangun oleh Iskandar Agung.
Tetapi gerakan-gerakan militer Iskandar
tidak ubahnya seperti angin puyuh yang
ada ketika itu, ia tidak akan sempat mengurus rencana luas seperti mendirikan
dinding yang begitu besar.
Demikian pula
wafatnya dalam usia begitu muda tidak memberi kepadanya waktu yang cukup untuk menghadapi suatu
rencana yang begitu besar. Rupanya anggapan itu telah timbul dari kenyataan,
bahwa ahli tafsir Al-Quran dari kalangan orang-orang Islam mempunyai anggapan sala bahwa Dzulqarnain
itu Iskandar. Bukti-bukti kenyataan
berikut menunjukkan bahwa Cyrus-lah yang mendirikan dinding itu:
(a) Untuk
mematahkan kekuatan bangsa Scythia, Darius,
yang menaiki takhta kerajaan sesudah wafat putra Cyrus, dengan melalui Yunani menyerang bangsa Scythia, dari jurusan
Eropa. Tidak masuk akal, bahwa is menempuh perjalanan begitu jauh lagi sukar
dan mengambil jalan keliling, untuk menyerang kaum itu melalui Eropa Tengah.
padahal mereka tinggal sangat dekat kepadanya di sebelah utara.
Kesimpulan
yang tidak dapat dielakkan ialah, bahwa memang ada suatu dinding yang sangat besar, hanya mungkin didirikan oleh Cyrus sebelum zaman Darius. Seandainya tembok
yang menghalangi musuh tidak ada, maka hal itu tidak memungkinkan Darius dengan pasukan yang besar, pergi
ke sebelah lain dengan mengambil jalan memutar, sambil meninggalkan negeri
sendiri terbuka terhadap serangan-serangan
musuh dari utara.
(b) Sebelum masa Cyrus, bangsa Scythia
mengadakan penyerbuan-penyerbuan terus-menerus dengan tidak ada henti-hentinya
terhadap Persia, tetapi sesudah diadakannya
penaklukan-penaklukan maka penyerbuan-penyerbuan itu terhenti sama
sekali. Kenyataan ini membawa kepada kesimpulan yang sangat mungkin, yaitu
bahwa niscaya Cyrus yang telah
mendirikan penghalang yang berhasil menghentikan serangan-serangan Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) itu, dan penghalang itu tentunya dinding Darband yang tersohor, yang
keliru orang kenal sebagai dinding
Iskandar, sesuai jawaban Dzulqarnain terhadap permintaan dibuatnya suatu “penghalang” agar Ya’juj (Gog)
dan Ma’juj (Magog) tidak lagi melakukan
penyerangan, firman-Nya:
قَالَ
مَا مَکَّنِّیۡ فِیۡہِ رَبِّیۡ خَیۡرٌ فَاَعِیۡنُوۡنِیۡ بِقُوَّۃٍ اَجۡعَلۡ بَیۡنَکُمۡ وَ بَیۡنَہُمۡ
رَدۡمًا ﴿ۙ﴾ اٰتُوۡنِیۡ زُبَرَ الۡحَدِیۡدِ ؕ حَتّٰۤی اِذَا سَاوٰی بَیۡنَ الصَّدَفَیۡنِ قَالَ انۡفُخُوۡا ؕ حَتّٰۤی
اِذَا جَعَلَہٗ نَارًا ۙ قَالَ اٰتُوۡنِیۡۤ اُفۡرِغۡ عَلَیۡہِ قِطۡرًا ﴿ؕ﴾ فَمَا اسۡطَاعُوۡۤا اَنۡ یَّظۡہَرُوۡہُ وَ مَا اسۡتَطَاعُوۡا
لَہٗ نَقۡبًا ﴿﴾ قَالَ ہٰذَا رَحۡمَۃٌ مِّنۡ رَّبِّیۡ ۚ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ رَبِّیۡ جَعَلَہٗ دَکَّآءَ ۚ وَ کَانَ وَعۡدُ رَبِّیۡ حَقًّا ﴿ؕ﴾ وَ تَرَکۡنَا بَعۡضَہُمۡ یَوۡمَئِذٍ یَّمُوۡجُ فِیۡ بَعۡضٍ وَّ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ فَجَمَعۡنٰہُمۡ جَمۡعًا ﴿ۙ﴾
la
(Dzulqarnain) berkata: "Kekuasaan yang dianugerahkan kepadaku oleh Rabb-ku (Tuhan-ku)
dalam hal ini adalah lebih baik,
tetapi kamu boleh membantuku dengan
kekuatan, aku akan
men-dirikan di antara kamu dengan mereka sebuah penghalang. Berikanlah
kepadaku kepingan-kepingan besi, hingga ketika ia telah meratakan di
antara kedua bukit itu, ia berkata: “Hembuskanlah.”
Hingga ketika ia telah menjadikannya seperti
api ia berkata: "Berikanlah
kepadaku cairan tembaga, supaya aku
dapat menuangkan di atasnya." Maka mereka, Ya’juj dan Ma’juj tidak dapat memanjatnya dan tidak dapat melubanginya. Ia, Dzulqarnain, berkata: “Ini rahmat dari Rabb-ku (Tuhan-ku), tetapi apabila telah tiba janji Rabb-ku (Tuhan-ku),
Dia akan memecahkannya berkeping-keping, dan janji
Rabb-ku (Tuhan-ku) itu pasti benar.
Dan pada
hari itu Kami akan membiarkan sebagian mereka
menye-rang sebagian lain, dan nafiri akan ditiup lalu Kami
akan menghimpun mereka itu semuanya. (Al-Kahf [19]:96-100).
(Bersambung)
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
oo0oo
Pajajaran Anyar,
4 Februari 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar