Bismillaahirrahmaanirrahiim
ISLAM
Pidato Mirza Ghulam Ahmad a.s.
Tgl. 2 November 1904
di Kota Sialkote – Hindustan
Bab 17
NUBUATAN
KEBANGKITAN DAN KEHANCURAN YA’JUJ (GOG) DAN MA’JUJ (MAGOG) YANG “BERMATA BIRU” & HUBUNGAN “AL-MASIH” DENGAN WILAYAH “HINDUSTAN”
Oleh
Ki Langlang Buana Kusuma
|
D
|
alam bagian akhir Bab 16 telah dijelaskan topik Ekspansi Bangsa-bangsa
Kristen dari Barat ke Berbagai
Wilayah Dunia Berkedok “Perniagaan”
(Perdagangan) sehubungan dengan firman-Nya:
وَ
کَذٰلِکَ بَعَثۡنٰہُمۡ
لِیَتَسَآءَلُوۡا
بَیۡنَہُمۡ ؕ قَالَ قَآئِلٌ مِّنۡہُمۡ کَمۡ لَبِثۡتُمۡ ؕ قَالُوۡا لَبِثۡنَا یَوۡمًا اَوۡ بَعۡضَ یَوۡمٍ ؕ قَالُوۡا رَبُّکُمۡ اَعۡلَمُ بِمَا لَبِثۡتُمۡ ؕ فَابۡعَثُوۡۤا اَحَدَکُمۡ بِوَرِقِکُمۡ ہٰذِہٖۤ اِلَی الۡمَدِیۡنَۃِ فَلۡیَنۡظُرۡ
اَیُّہَاۤ اَزۡکٰی
طَعَامًا فَلۡیَاۡتِکُمۡ بِرِزۡقٍ مِّنۡہُ وَ لۡـیَؔتَلَطَّفۡ وَ لَا یُشۡعِرَنَّ
بِکُمۡ اَحَدًا ﴿﴾
Dan
demikianlah Kami bangkitkan mereka supaya mereka saling bertanya di antara mereka.
Salah seorang dari mereka berkata: "Berapa lamakah kamu tinggal?" Mereka menjawab: "Kami
telah tinggal sehari atau sebagian
dari hari." Yang lain berkata: "Rabb (Tuhan) kamu lebih mengetahui lamanya kamu tinggal.
Maka suruhlah sekarang salah seorang dari antara kamu dengan mata uang kamu
ini ke kota dan hendaklah ia memperhatikan siapa
dari antara mereka mempunyai bahan
makanan terbaik dan hendaklah ia membawa kepada kamu
rezeki darinya. Dan hendaklah ia bersikap lemah-lembut,
dan ia jangan memberitahukan mengenai kamu kepada siapa pun. (Al-Kahf [18]:20).
Makna Bangkit dari “Tidur” Ratusan Tahun.
Makna ayat: “Yang lain berkata: "Rabb (Tuhan) kamu lebih mengetahui lamanya kamu tinggal. Maka suruhlah sekarang salah seorang dari antara kamu dengan mata uangmu ini
ke kota dan hendaklah ia
memperhatikan siapa dari antara mereka mempunyai bahan makanan terbaik
dan hendaklah ia membawa kepada kamu rezeki
darinya.”
Ketika "penghuni-penghuni gua" melihat,
bahwa gelombang penindasan terhadap
mereka telah mereda, mereka mengutus salah seorang anggota mereka ke kota yang
dibekali dengan beberapa mata uang lama untuk membeli perbekalan hidup dan untuk menyelidiki bagaimana situasi, yang
menyangkut diri mereka. Tha'ām dapat berarti, bahan-bahan makanan
seperti gandum, jelai, jawawut, kurma dan lain sebagainya (Lexicon Lane). Ayat ini menunjuk kepada ekspedisi-ekspedisi perdagangan bangsa-bangsa Kristen barat ke
seluruh bagian dunia.
Selanjutnya mengenai makna ayat: “Dan
hendaklah ia ber-sikap lemah-lembut,
dan ia jangan memberitahukan1681 mengenai kamu kepada siapa
pun.“ Para ahli niaga Eropa mempunyai keterampilan khas untuk berlaku lemah-lembut dan sopan-santun dalam urusan perdagangan mereka. Nampaknya ungkapan,
"hendaklah ia bersikap lemah-lembut"
menunjuk kepada sifat khusus ini. Kata-kata itu berarti pula "hendaknya ia berlaku hati-hati."
Makna kata-kata
"dan jangan sama sekali ia memberitahukan mengenai kamu kepada siapa
pun” mengisyaratkan kepada penyusupan pengaruh barat ke timur
dengan diam-diam dan tidak menyolok mata. Selanjutnya Allah Swt. berfirman
mengenai mereka sehubungan makna ayat sebelumnya :
اِنَّہُمۡ اِنۡ یَّظۡہَرُوۡا عَلَیۡکُمۡ یَرۡجُمُوۡکُمۡ اَوۡ یُعِیۡدُوۡکُمۡ فِیۡ
مِلَّتِہِمۡ وَ لَنۡ
تُفۡلِحُوۡۤا اِذًا اَبَدًا ﴿ ﴾
"Sesungguhnya
jika mereka unggul atas kamu mereka akan
mengusir kamu atau akan memaksa kamu
kembali ke dalam agama mereka, dan kamu tidak akan pernah berhasil selama-lamanya.”
(Al-Kahf
[18]:20).
Kata-kata dalam ayat ini berarti: "Jika orang-orang yang kepadanya kamu
mengirim rombongan dagang dapat mengetahui niat-niat kamu yang sebenarnya, atau
sebelum kaki kamu ditegakkan dengan kuat di negeri mereka, suatu persengketaan
politik atau perselisihan dagang timbul, dan kamu sendiri tidak kuat
menghadapinya, kemudian kamu akan terpaksa meninggalkan negeri mereka atau
memeluk agama mereka. Jika terjadi salah satu di antara keduanya, kamu akan
gagal memperoleh tempat berpijak yang kekal, dan semua impian kamu untuk
menegakkan kerajaan yang besar di negeri mereka akan lenyap sirna."
Membangun Gereja Untuk Memperingati
“Orang-orang Kudus” Mereka
Kata-kata, "Kami pasti akan membangun di atas tempat tinggal mereka rumah peribadatan" menyebut
salah satu ciri istimewa generasi penerus "penghuni-penghuni gua" itu, -- yaitu bangsa-bangsa Kristen dalam membangun gereja-gereja
untuk memperingati orang-orang kudus mereka yang telah mati. Perlu pula
diperhatikan, bahwa banyak gereja semacam itu telah ditemukan di katakomba-katakomba.
Terkaan-terkaan ini nampaknya berdasar pada prasasti-prasasti yang tertera di alas
dinding-dinding beberapa kamar di katakomba-katakomba, tetapi tiap tulisan itu
menunjuk hanya kepada suatu keluarga, golongan, atau rombongan yang tertentu.
Jumlah banyaknya orang-orang yang mencari perlindungan dalam
katakomba-katakomba itu pada suatu waktu tertentu tidak diketahui. Dari prasasti-prasasti itu nampak bahwa
selamanya ada anjing menyertai suatu rombongan pengungsi itu.
Jadi, betapa
Al-Quran dalam surah Al-Kahf ayat 19 menubuatkan hakikat ini ratusan
tahun sebelumnya, ketika bangsa-bangsa
Kristen masih terbenam dalam “tidur lelap ratusan tahun” -- sehingga
daya cipta yang betapa pun kaya dan
luasnya tidak dapat meramalkan kekuasaan
dan kemuliaan --
yang kemudian akan dicapai oleh bangsa-bangsa
Kristen atau Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) itu
sesudahnya, firman-Nya:
وَ حَرٰمٌ عَلٰی قَرۡیَۃٍ اَہۡلَکۡنٰہَاۤ اَنَّہُمۡ لَا
یَرۡجِعُوۡنَ ﴿﴾ حَتّٰۤی اِذَا
فُتِحَتۡ یَاۡجُوۡجُ وَ مَاۡجُوۡجُ وَ ہُمۡ مِّنۡ
کُلِّ حَدَبٍ یَّنۡسِلُوۡنَ ﴿﴾ وَ اقۡتَرَبَ الۡوَعۡدُ الۡحَقُّ فَاِذَا ہِیَ
شَاخِصَۃٌ اَبۡصَارُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا
ؕ یٰوَیۡلَنَا قَدۡ کُنَّا فِیۡ غَفۡلَۃٍ
مِّنۡ ہٰذَا بَلۡ کُنَّا
ظٰلِمِیۡنَ ﴿﴾
Dan terlarang bagi penduduk suatu negeri yang telah Kami binasakan
bahwa sesungguhnya mereka itu tidak mungkin kembali. حَتّٰۤی اِذَا
فُتِحَتۡ یَاۡجُوۡجُ وَ مَاۡجُوۡجُ وَ ہُمۡ مِّنۡ
کُلِّ حَدَبٍ یَّنۡسِلُوۡنَ -- Hingga apabila dibukakan pintu pemenjaraan Ya’juj
dan Ma’juj dan mereka turun dengan cepat dari setiap ketinggian. وَ اقۡتَرَبَ
الۡوَعۡدُ الۡحَقُّ فَاِذَا ہِیَ شَاخِصَۃٌ
اَبۡصَارُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا -- Sudah
mendekat janji yang benar
maka sekonyong-konyong akan terbelalak mata
orang-orang kafir, یٰوَیۡلَنَا قَدۡ کُنَّا فِیۡ
غَفۡلَۃٍ مِّنۡ ہٰذَا بَلۡ کُنَّا ظٰلِمِیۡنَ ٰ -- mereka berseru, “Aduhai, celaka kami! Sungguh kami
dalam kelalaian mengenai hal ini, bahkan kami adalah orang yang zalim!” (Al-Anbiya [21]:96-98).
Nubuatan Kebangkitan dan Kehancuran Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog)
Jika ayat
97 dibaca bersama-sama dengan ayat yang mendahuluinya maka maksud ayat ini
ialah bahwa hukum alam bekerja
demikian rupa, sehingga sekali bila suatu kaum
— sesudah mencapai puncak kejayaan
dan kemuliaannya — mengalami kebinasaan dan kehancuran, mereka tidak mendapatkan kembali kejayaan mereka yang hilang itu.
Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) pun -- yaitu bangsa-bangsa Kristen dari Barat -- dengan kejayaan
dan kemuliaan besar dalam kebendaan tidak dapat mengelakkan diri
dari hukum alam tersebut Mereka akan jatuh dan tidak akan bangkit kembali untuk selama-lamanya. Ya’juj dan Ma’juj atau bangsa-bangsa Kristen barat telah mencapai segala puncak kekuasaan politik dan telah menyebar ke seluruh dunia. Ungkapan
Al-Quran: حَتّٰۤی اِذَا
فُتِحَتۡ یَاۡجُوۡجُ وَ مَاۡجُوۡجُ وَ ہُمۡ مِّنۡ
کُلِّ حَدَبٍ یَّنۡسِلُوۡنَ – “Hingga apabila dibukakan pintu pemenjaraan Ya’juj
dan Ma’juj dan mereka turun dengan cepat dari setiap ketinggian” berarti bahwa mereka akan menempati setiap ujung yang membawa keuntungan dan akan menguasai
seluruh dunia.
Ayat selanjutnya menjelaskan: وَ اقۡتَرَبَ الۡوَعۡدُ الۡحَقُّ
فَاِذَا ہِیَ شَاخِصَۃٌ اَبۡصَارُ
الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا – “Sudah
mendekat janji yang benar
maka sekonyong-konyong akan terbelalak mata
orang-orang kafir”, bahwa kekuasaan Ya’juj dan Majuj akan
diikuti oleh peristiwa-peristiwa yang
membawa bencana di dunia, yang
akhirnya akan menyebabkan kejayaan dan kemenangan
Islam (QS.61:10) dan menjadi sebab kekuatan-kekuatan
kepalsuan dan kebendaan -- yang menjelma dalam wujud Ya’juj dan Ma’juj -- itu musnah (QS.18:1-9; QS.20:106-112).
Bila
sesudah kehancuran Ya’juj dan Ma’juj secara mutlak, Islam akan memperoleh kembali kejayaan dan kemuliaannya seperti sediakala, mereka yang telah berputus-asa mengenai kebangkitan kembali mata kepala mereka
sendiri hampir-hampir tidak dapat mempercayainya, firman-Nya:
ہُوَ
الَّذِیۡۤ اَرۡسَلَ رَسُوۡلَہٗ
بِالۡہُدٰی وَ دِیۡنِ الۡحَقِّ
لِیُظۡہِرَہٗ عَلَی الدِّیۡنِ کُلِّہٖ وَ
لَوۡ کَرِہَ الۡمُشۡرِکُوۡنَ ٪﴿﴾
Dia-lah Yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk
dan dengan agama yang benar supaya Dia meme-nangkannya atas semua agama,
walaupun orang musyrik tidak
menyukai (Ash-Shaf [61]:10).
Kebanyakan ahli
tafsir Al-Quran sepakat bahwa ayat ini kena untuk Al-Masih yang dijanjikan sebab di zaman beliau semua agama muncul dan keunggulan
Islam di atas semua agama akan
menjadi kepastian.
Untuk pembahasan hukuman Allah Swt. yang amat mengerikan
dan membinasakan yang akan turun
kepada Ya’juj dan Ma’juj itu lihat Surah Ar-Rahmān (ayat 27-46, firman-Nya:
وَ قَالُوا اتَّخَذَ
الرَّحۡمٰنُ وَلَدًا ﴿ؕ﴾ لَقَدۡ جِئۡتُمۡ
شَیۡئًا اِدًّا ﴿ۙ﴾ تَکَادُ
السَّمٰوٰتُ یَتَفَطَّرۡنَ مِنۡہُ وَ تَنۡشَقُّ الۡاَرۡضُ وَ تَخِرُّ الۡجِبَالُ
ہَدًّا ﴿ۙ﴾ اَنۡ
دَعَوۡا لِلرَّحۡمٰنِ وَلَدًا ﴿ۚ﴾ وَ مَا
یَنۡۢبَغِیۡ لِلرَّحۡمٰنِ اَنۡ
یَّتَّخِذَ وَلَدًا ﴿ؕ﴾ اِنۡ کُلُّ مَنۡ
فِی السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ اِلَّاۤ
اٰتِی الرَّحۡمٰنِ عَبۡدًا ﴿ؕ﴾ لَقَدۡ اَحۡصٰہُمۡ
وَ عَدَّہُمۡ عَدًّا ﴿ؕ﴾ وَ کُلُّہُمۡ
اٰتِیۡہِ یَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ فَرۡدًا ﴿﴾
Dan
mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil seorang
anak laki-laki." Sungguh
kamu benar-benar telah
mengucapkan sesuatu yang sangat mengerikan. Hampir-hampir seluruh langit pecah karenanya, bumi terbelah, dan gunung-gunung
runtuh berkeping-keping, karena mereka menyatakan bagi Tuhan Yang Maha Pemurah punya anak
laki-laki. Padahal sekali-kali tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah, mengambil seorang anak
laki-laki. Tidak ada seorang pun di seluruh langit dan bumi melainkan ia akan
datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai hamba. Sungguh Dia
benar-benar mengetahui jumlah mereka dan meng-hitung mereka dengan
menyeluruh. Dan setiap
mereka akan datang kepada-Nya pada Hari Kiamat sendiri-sendiri (Maryam [19]:89-96).
“Trinitas”
dan “Penebusan Dosa” Bertentangan
Dengan Fitrat Manusia dan Fitrat Alam Semesta
Paham
bahwa Yesus anak Allah itu begitu mengerikan,
sehingga seluruh langit, bumi, dan gunung-gunung dapat hancur berkeping-keping
dan rebah ke tanah karena kejinya
kepercavaan itu. Kepercayaan itu sangat menjijikkan
wujud-wujud samawi (as-samawat) oleh karena berlawanan dengan sifat-sifat
Ilahi dan bertentangan dengan segala yang wujud-wujud samawi itu bela dan muliakan.
Kepercayaan ini
menjijikkan manusia yang mendiami
bumi (al-ardh), sebab hal ini bertentangan
dengan tuntutan fitrat serta kecerdasan otak manusia sejati, dan akal manusia menolak dengan perasaan
kecewa terhadap paham demikian
itu. Orang-orang yang memiliki cita-cita
tinggi dan mulia seperti para nabi Allah dan para pilihan Tuhan (al-jibal) menentangnya juga menolak
dan menentangnya, sebab anggapan bahwa manusia memerlukan pengurbanan orang lain untuk memperoleh keselamatan dan mencapai tingkat
akhlak tinggi adalah bertentangan dengan pengalaman ruhani mereka sendiri.
Surah Maryam
ini berisikan pencelaan yang paling keras dan lugas terhadap 'itikad-'itikad Kristen, terutama kepercayaan mereka yang pokok
bahwa Yesus anak Allah, satu kepercayaan dusta yang darinya terbit
semua 'itikad lainnya; tekanan
istimewa telah diberikan kepada penolakan
dan pencelaan terhadap kepercayaan ini.
Perlu mendapat perhatian khusus bahwa sifat Ar-Rahmān
(Maha Pemurah) telah
berulang-ulang disinggung dalam Surah ini — sifat itu telah disebutkan sebanyak
16 kali, karena 'itikad Kristen yang
pokok ialah pengakuan kepada Yesus
sebagai anak Allah dan
akibat-akibatnya yaitu 'itikad penebusan
dosa mengandung arti penolakan
terhadap sifat Ar-Rahmān (Maha
Pemurah) Allah Swt., dan karena pokok
pembahasan utama Surah Maryam ini ialah pembantahan
terhadap ‘itikad ini maka sudah
seharusnya sifat-sifat Ilahi Ar-Rahman (Maha Pemurah) itu disebut
dengan berulang-ulang. '
Itikad penebusan dosa yang mengandung arti
bahwa Allah Swt. tidak dapat mengampuni dosa-dosa manusia,
padahal sifat Ar-Rahmān (Maha
Pemurah) menghendaki bahwa Dia
dapat dan memang sering mengampuni
mereka, itulah sebabnya sifat Ar-Rahmān (Maha Pemurah) berulang kah disebut dalam Surah ini.
Jadi, Tuhan Yang bersifat Ar-Rahmān (Maha Pemurah) itu tidak
memerlukan anak untuk menolong-Nya
atau menggantikan-Nya, sebab Dia
adalah Pemilik seluruh langit dan bumi serta kerajaan-Nya
meliputi seluruh alam, dan juga karena semua orang adalah hamba-Nya, dan Yesus (Nabi
Isa Ibnu Maryam a.s.) adalah salah seorang dari antara mereka.
Terjadinya Perang Dunia I dan Perang Dunia II pada tahun
1914-1918 dan tahun 1939-1945 yang melanda Eropa dan
sebagian Asia – yang merupakan bagian dari “Perang Armagedon” -- merupakan
salah satu dari sekian banyak bukti mengenai kedustaan
faham “Trinitas” dan “Penebusan Dosa” berkenaan cara
memperoleh keselamatan. Demikian pula
terjadinya Perang Dunia III atau Perang Nuklir pun hanya tinggal menunggu
waktu saja, sebagaimana firman-Nya kepada Nabi Besar Muhamad saw.:
قُلۡ اَغَیۡرَ اللّٰہِ اَبۡغِیۡ رَبًّا
وَّ ہُوَ رَبُّ کُلِّ شَیۡءٍ ؕ وَ لَا تَکۡسِبُ کُلُّ نَفۡسٍ اِلَّا عَلَیۡہَا ۚ وَ لَا تَزِرُ
وَازِرَۃٌ وِّزۡرَ اُخۡرٰی ۚ ثُمَّ اِلٰی رَبِّکُمۡ مَّرۡجِعُکُمۡ
فَیُنَبِّئُکُمۡ بِمَا کُنۡتُمۡ
فِیۡہِ تَخۡتَلِفُوۡنَ ﴿﴾ وَ ہُوَ
الَّذِیۡ جَعَلَکُمۡ خَلٰٓئِفَ الۡاَرۡضِ وَ رَفَعَ بَعۡضَکُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٍ
دَرَجٰتٍ لِّیَبۡلُوَکُمۡ فِیۡ مَاۤ
اٰتٰکُمۡ ؕ اِنَّ رَبَّکَ سَرِیۡعُ
الۡعِقَابِ ۫ۖ وَ اِنَّہٗ لَغَفُوۡرٌ
رَّحِیۡمٌ ﴿﴾٪
Katakanlah: ”Apakah aku akan mencari Rabb (Tuhan) yang bukan-Allah,
padahal Dia-lah Rabb (Tuhan) segala sesuatu?”
وَ لَا تَکۡسِبُ کُلُّ نَفۡسٍ اِلَّا عَلَیۡہَا ۚ وَ لَا تَزِرُ
وَازِرَۃٌ وِّزۡرَ اُخۡرٰی
-- Dan tiada jiwa mengupayakan
sesuatu melainkan akan menimpa
dirinya, dan tidak pula seorang pemikul beban memikul
beban orang lain. ثُمَّ اِلٰی
رَبِّکُمۡ مَّرۡجِعُکُمۡ فَیُنَبِّئُکُمۡ بِمَا کُنۡتُمۡ فِیۡہِ
تَخۡتَلِفُوۡنَ -- Kemudian kepada Rabb (Tuhan) kamu tempat kembalimu, maka Dia akan memberitahu kamu apa-apa yang
me-ngenainya kamu berselisih. وَ ہُوَ الَّذِیۡ جَعَلَکُمۡ خَلٰٓئِفَ الۡاَرۡضِ وَ رَفَعَ
بَعۡضَکُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٍ دَرَجٰتٍ لِّیَبۡلُوَکُمۡ فِیۡ مَاۤ اٰتٰکُمۡ
-- Dan Dia-lah Yang menjadikan kamu penerus-penerus di bumi, dan Dia meninggikan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam derajat supaya Dia menguji kamu dengan apa
pun yang telah Dia berikan kepada kamu. اِنَّ رَبَّکَ سَرِیۡعُ
الۡعِقَابِ ۫ۖ وَ اِنَّہٗ لَغَفُوۡرٌ
رَّحِیۡمٌ -- Sesungguhnya Rabb
(Tuhan) engkau sangat cepat dalam
menghukum, dan sesungguhnya Dia
benar-benar Maha Pengampun, Maha
Penyayang (Al-An’ām [6]:165-166).
Setiap Orang “Harus
Memikul Salibnya” Sendiri &
Alasan Rasul Akhir Zaman
Muncul di “Hindustan”
Seperti
halnya ayat-ayat QS.17:16; QS.53:40-41, ayat
165 pun mengandung sanggahan keras
terhadap ajaran Penebusan Dosa dan
secara tegas menarik perhatian terhadap kenyataan bahwa setiap orang harus memikul salibnya sendiri, yaitu mempertanggungjawabkan
amal-perbuatannya sendiri. Pengorbanan
dari siapa pun sebagai pengganti tidak
akan memberi manfaat.
Firman
Allah Swt. dalam surah Al-An’ām ayat
166: وَ ہُوَ الَّذِیۡ جَعَلَکُمۡ خَلٰٓئِفَ الۡاَرۡضِ وَ رَفَعَ
بَعۡضَکُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٍ دَرَجٰتٍ لِّیَبۡلُوَکُمۡ فِیۡ مَاۤ اٰتٰکُمۡ
-- “Dan Dia-lah Yang menjadikan kamu penerus-penerus di bumi, dan Dia meninggikan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam derajat supaya Dia menguji kamu dengan apa
pun yang telah Dia berikan kepada kamu” sekaligus merupakan anjuran dan peringatan
kepada kaum Muslimin. Mereka
diberitahu bahwa -- sebagai “umat terbaik” (QS.2:144; QS.3:111) -- kepada
mereka akan dianugerahkan kekuatan serta
kekuasaan (QS.24:56), dan tugas mengatur urusan bangsa-bangsa akan
diserahkan ke tangan mereka (QS.79:1-6).
Umat Islam sebagai
“umat terbaik” yang diciptakan untuk memberikan manfaat kepada umat manusia (QS.2:144; QS.3:111), mereka harus
melaksanakan kewajiban mereka dengan tidak-berat-sebelah dan adil, sebab mereka harus mempertanggung-jawabkan tugas kewajiban
mereka kepada Wujud Yang Menjadikan
mereka, yaitu Allah Swt..
Di Akhir Zaman ini penggenapan nubuatan kejayaan Islam yang kedua kali tersebut dimulai
dengan pengutusan Mirza Ghulam
Ahmad a.s. (QS.1835-1908) -- yang
lahir di kampung Qadian, wilayah
Punjab – Hindustan -- sebagai
Masih Mau’ud a.s. atau misal nabi Isa Ibnu Maryam a.s.
(QS.43:58) serta sebagai Rasul
Akhir Zaman dengan nama yang berlainan bagi setiap umat beragama (QS.77:1-20) -- yang diutus Allah Swt. di kalangan
umat Islam pada masa puncak kemundurannya selama 1000
tahun setelah mengalami 3 abad masa kejayaan yang pertama
(QS.32:6).
Pertanyaannya adalah: Mengapa Allah Swt. mengutus Rasul Akhir Zaman yang kedatangannya ditunggu-tunggu oleh semua umat beragama – dengan nama yang berlainan – tersebut di
wilayah Hindustan? Berikut adalah
beberapa alasannya:
1.
Wilayah Hindustan merupakan tempat berkumpulnya berbagai macam bangsa dan suku-bangsa dari berbagai macam ras
dan etnis, serta tempat berkumpulnya agama serta sekte-sekte agama
dan berbagai kepercayaan lainnya: Hindu
(Sanātana Dharma), Buddha, Yahudi, Kristen, Islam, Sikh, Freethinker, penganut Atheisme
dan berbagai macam aliran kepercayaan, kebatinan, dan gerakan pembaruan,
seperti seperti Brahmo Samaj dan Arya Samaj, yaitu gerakan reformasi Hindu yang diprakarsai oleh Swami
Dayananda, dan didirikan pada
tanggal 7 April 1875. Gerakan ini bermaksud mengamalkan Weda sebagaimana
mestinya, dan mengesampingkan kitab-kitab yang ditulis setelah Weda.
Gerakan ini bersifat monoteistis karena tidak
mengakui dewa-dewi tertentu, serta menolak
pemujaan Tuhan dengan sarana patung
atau lukisan.
2.
Wilayah Hindustan merupakan target penyebaran agama Kristen selain benua Afrika dan tempat-tempat lainnya
yang mendompleng keberhasilan Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) melakukan penguasaan wilayah yang merupakan
“sumber komoditi” armada niaga mereka (Wahyu
20:7-10; QS.18:19-23 & 84-102; QS.21:96-101).
3.
Di wilayah Hindustan dan Afganistan terdapat keturunan 10 suku
Bani
Israil yang hilang yang menjadi tugas utama Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. (Al-Masih) untuk mencari “domba-domba
Israil” yang hilang tersebut (Yohanes 10:10-16), termasuk di wilayah Kasymir, tempat terakhir
beliau mengakhiri tugasnya, beliau wafat
di sana serta jenazahnya dikuburkan
di kampung Khan
Yar – Shrinagar, sedangkan jenazah
ibunda beliau, Maryam binti ‘Imran,
dikuburkan di kota Muree (dibaca: Mari yakni Maryam) yang kemudian menjadi wilayah Pakistan (QS.23:51).
4.
Dalam surah Yā Sīn ayat 14-33 dikemukakan perumpamaan “sebuah kota”
yang kepada penduduknya diutus 4 orang
rasul Allah. Tetapi berbeda dengan tiga
orang rasul Allah yang diutus sebelumnya -- yang berasal dari wilayah
“kota” itu yakni wilayah Timur Tengah -- pengutusan rasul
Allah yang keempat berasal dari “bagian terjauh dari kota itu”
(QS.36:21-30), yakni “ia datang berlari-lari” dari luar wilayah Timur-Tengah, yaitu Hindustan.
5. Semua umat berbagai agama yang berada di Hindustan
tersebut mempercayai kedatangan seorang “pahlawan
agama” di Akhir Zaman -- dengan nama
yang berlainan: Shri Krishna, Buddha
Meitreya, Mesiah, Al-Masih, Mesio Darbahmi,
Imam Mahdi dll. -- yang mereka
percayai akan mengunggulkan agamanya
atas agama-agama
lainnya, demikian juga halnya dengan kepercayaan umat Islam
(QS.61:10).
Jadi, pengutusan Masih Mau’ud a.s. atau misal
Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. (QS.43:58) atau Rasul Akhir Zaman (QS.61:10; QS.62:3-4) atau Imam Mahdi a.s. – yakni Mirza
Ghulam Ahmad a.s. – di wilayah Hindustan yang terletak sebelah timur Jazirah
Arabia tersebut merupakan takdir
Allah Swt. yang penuh hikmah, karena
di wilayah Hindustan terletak pegunungan Himalaya yang memiliki puncak tertinggi di dunia yaitu Mounth
Everest (8848) yang senantiasa diliputi salju
abadi.
Hal yang sangat menakjubkan adalah ternyata
hadits Nabi Besar Muhammad saw. -- berkenaan dengan pentingnya
melakukan baiat kepada Imam Mahdi a.s. -- beliau
saw. menyinggung salju:
“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju
karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah
Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud, 4074),
(Bersambung)
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
oo0oo
Pajajaran Anyar, 10 Februari
2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar