Bismillaahirrahmaanirrahiim
ISLAM
Pidato Mirza Ghulam Ahmad a.s.
Tgl. 2 November 1904
di Kota Sialkote – Hindustan
Bab 12
NUBUATAN DZULQARNAIN
(CYRUS) BERKENAAN PELEPASAN
SEMENTARA “IBLIS” DARI “PEMENJARAAN SERIBU TAHUN” DAN
MERAJALELANYA KEMBALI YA’JUJ (GOG)
DAN MA’JUJ
(MAGOG) & PENOLAKAN KERAS NABI ISA IBNU MARYAM A.S. TERHADAP ORANG-ORANG YANG MEMPERTUHANKAN
BELIAU DAN IBUNDA BELIAU
Oleh
Ki Langlang Buana Kusuma
|
D
|
alam bagian akhir Bab 11 telah dijelaskan topik Pembangun
“Dinding Darbad” adalah Cyrus atau Dzulqarnain. Yakni bertentangan dengan kenyataan-kenyataan sejarah yang telah terbukti kebenarannya, pada
umumnya dianggap bahwa dinding itu telah dibangun oleh Iskandar Agung. Tetapi gerakan-gerakan militer Iskandar tidak ubahnya seperti angin puyuh yang ada
ketika itu, ia tidak akan sempat mengurus rencana
luas seperti mendirikan dinding yang begitu besar.
Demikian pula
wafatnya dalam usia begitu muda tidak memberi kepadanya waktu yang cukup untuk menghadapi suatu rencana yang begitu besar. Rupanya
anggapan itu telah timbul dari kenyataan bahwa ahli
tafsir Al-Quran dari kalangan orang-orang Islam mempunyai anggapan salaH bahwa Dzulqarnain
itu Iskandar “The Great”. Bukti-bukti kenyataan berikut menunjukkan bahwa Cyrus-lah
yang mendirikan dinding itu:
(a) Untuk
mematahkan kekuatan bangsa Scythia, Darius -- yang menaiki takhta kerajaan sesudah wafat
putra Cyrus -- dengan melalui Yunani menyerang bangsa
Scythia, dari jurusan Eropa. Tidak masuk akal, bahwa ia menempuh perjalanan
begitu jauh lagi sukar dan mengambil jalan keliling, untuk menyerang kaum itu
melalui Eropa Tengah, padahal mereka tinggal sangat dekat kepadanya di sebelah
utara.
Kesimpulan
yang tidak dapat dielakkan ialah, bahwa memang ada suatu dinding yang sangat besar, hanya mungkin didirikan oleh Cyrus sebelum zaman Darius. Seandainya tembok
yang menghalangi musuh tidak ada maka hal itu tidak memungkinkan Darius dengan pasukan yang besar, pergi
ke sebelah lain dengan mengambil jalan memutar, sambil meninggalkan negeri
sendiri terbuka terhadap serangan-serangan
musuh dari utara.
(b) Sebelum masa Cyrus, bangsa Scythia
mengadakan penyerbuan-penyerbuan terus-menerus dengan tidak ada henti-hentinya
terhadap Persia, tetapi sesudah
diadakannya penaklukan-penaklukan
maka penyerbuan-penyerbuan itu
terhenti sama sekali. Kenyataan ini membawa kepada kesimpulan yang sangat mungkin,
yaitu bahwa niscaya Cyrus yang telah
mendirikan penghalang yang berhasil menghentikan serangan-serangan Ya’juj dan Ma’juj itu, dan penghalang itu tentunya dinding Darband yang tersohor, yang
keliru orang kenal sebagai dinding
Iskandar, sesuai jawaban Dzulqarnain terhadap permintaan dibuatnya suatu “penghalang” agar Ya’juj
(Gog) dan Ma’juj (Magog) tidak lagi
melakukan penyerangan, firman-Nya:
قَالَ
مَا مَکَّنِّیۡ فِیۡہِ رَبِّیۡ خَیۡرٌ فَاَعِیۡنُوۡنِیۡ بِقُوَّۃٍ اَجۡعَلۡ بَیۡنَکُمۡ وَ بَیۡنَہُمۡ
رَدۡمًا ﴿ۙ﴾ اٰتُوۡنِیۡ زُبَرَ الۡحَدِیۡدِ ؕ حَتّٰۤی اِذَا سَاوٰی بَیۡنَ الصَّدَفَیۡنِ قَالَ انۡفُخُوۡا ؕ حَتّٰۤی
اِذَا جَعَلَہٗ نَارًا ۙ قَالَ اٰتُوۡنِیۡۤ اُفۡرِغۡ عَلَیۡہِ قِطۡرًا ﴿ؕ﴾ فَمَا اسۡطَاعُوۡۤا اَنۡ یَّظۡہَرُوۡہُ وَ مَا اسۡتَطَاعُوۡا
لَہٗ نَقۡبًا ﴿﴾ قَالَ ہٰذَا رَحۡمَۃٌ مِّنۡ رَّبِّیۡ ۚ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ رَبِّیۡ جَعَلَہٗ دَکَّآءَ ۚ وَ کَانَ وَعۡدُ رَبِّیۡ حَقًّا ﴿ؕ﴾ وَ تَرَکۡنَا بَعۡضَہُمۡ یَوۡمَئِذٍ یَّمُوۡجُ فِیۡ بَعۡضٍ وَّ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ فَجَمَعۡنٰہُمۡ جَمۡعًا ﴿ۙ﴾
la
(Dzulqarnain) berkata: "Kekuasaan yang dianugerahkan kepadaku oleh Rabb-ku (Tuhan-ku)
dalam hal ini adalah lebih baik,
tetapi kamu boleh membantuku dengan
kekuatan, aku akan mendirikan
di antara kamu dengan mereka sebuah penghalang. Berikanlah kepadaku kepingan-kepingan besi, hingga ketika ia telah meratakan di
antara kedua bukit itu, ia berkata: “Hembuskanlah.”
Hingga ketika ia telah menjadikannya seperti
api ia berkata: "Berikanlah
kepadaku cairan tembaga, supaya aku
dapat menuangkan di atasnya." Maka mereka, Ya’juj dan Ma’juj tidak dapat memanjatnya dan tidak dapat melubanginya. قَالَ ہٰذَا رَحۡمَۃٌ
مِّنۡ رَّبِّیۡ ۚ فَاِذَا جَآءَ
وَعۡدُ رَبِّیۡ جَعَلَہٗ دَکَّآءَ ۚ وَ
کَانَ وَعۡدُ رَبِّیۡ حَقًّا -- Ia, Dzulqarnain, berkata: “Ini rahmat dari Rabb-ku (Tuhan-ku), tetapi apabila telah tiba janji Rabb-ku (Tuhan-ku),
Dia akan memecahkannya berkeping-keping, dan janji
Rabb-ku (Tuhan-ku) itu pasti benar.
وَ تَرَکۡنَا
بَعۡضَہُمۡ یَوۡمَئِذٍ یَّمُوۡجُ
فِیۡ بَعۡضٍ وَّ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ
فَجَمَعۡنٰہُمۡ جَمۡعًا -- Dan pada
hari itu Kami akan membiarkan sebagian mereka
menyerang sebagian lain, dan nafiri akan ditiup lalu Kami
akan menghimpun mereka itu semuanya. (Al-Kahf [19]:96-100).
Pembuatan “dinding penghalang Darband”
oleh Dzulqarnain yang berhasil
menghentikan gerak Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) tersebut erat hubungannya dengan keterangan Bible mengenai “pemenjaraan Iblis” selama
1000 tahun berikut ini:
Kerajaan seribu tahun
20:1 Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari
sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai
besar di tangannya; 20:2 ia menangkap naga, si ular tua itu,
yaitu Iblis dan Satan. Dan ia
mengikatnya seribu tahun lamanya,
20:3 lalu melemparkannya ke dalam jurang maut,
dan menutup jurang maut itu
dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir
masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya. (Wahyu
20:1-3).
Dzulqarnain
atau Cyrus
minta kepada penduduk setempat untuk
menyediakan baginya tenaga manusia, sebab kata quwwah berarti kekuatan fisik, yaitu tenaga kasar. Itulah
makna ayat: “tetapi kamu boleh membantuku dengan kekuatan.“
Selain tenaga
kasar, Cyrus meminta pula dari
penduduk setempat besi dan tembaga yang
dicairkan. Tembaga itu — tidak
seperti besi — tidak berkarat dan
bila dicampur dengan besi, maka hasil campuran
itu menjadi lebih keras serta tahan karat. Tenaga
ahli bangunan dan teknik diisi oleh ahli-ahli teknik Cyrus. Itulah makna ayat: اٰتُوۡنِیۡ
زُبَرَ الۡحَدِیۡدِ ؕ حَتّٰۤی اِذَا سَاوٰی
بَیۡنَ الصَّدَفَیۡنِ قَالَ انۡفُخُوۡا ؕ
حَتّٰۤی اِذَا جَعَلَہٗ نَارًا ۙ قَالَ اٰتُوۡنِیۡۤ اُفۡرِغۡ عَلَیۡہِ
قِطۡرًا -- “tetapi kamu boleh
membantuku dengan kekuatan, aku
akan mendirikan di antara kamu dengan mereka sebuah penghalang. Berikanlah
kepadaku kepingan-kepingan besi, hingga ketika ia telah meratakan di
antara kedua bukit itu, ia berkata: “Hembuskanlah.”
Hingga ketika ia telah menjadikannya seperti
api ia berkata: "Berikanlah
kepadaku cairan tembaga, supaya aku
dapat menuangkan di atasnya." Maka mereka, Ya’juj dan Ma’juj tidak dapat memanjatnya dan tidak dapat melubanginya.“
Kubu pertahanan atau dinding
penghalang tersebut itu didirikan di antara Laut Kaspia dan pegunungan
Kaukasus. Setelah pembuatan dinding itu selesai maka berhentilah serangan-serangan Ya’juj dan Ma’juj dari utara. Tembok itu terlalu tebal untuk dipecahkan dan
ditembus, dan terlalu tinggi untuk dipanjat. Dinding itu tingginva 29 kaki dan
lebarnya 10 kaki (Encyclopaedia Britannica) dan mempunyai pintu-pintu
besi dan menara-menara penjagaan. Dinding
itu merupakan penjaga batas Persia yang paling ampuh.
Makna ayat
selanjutnya: "Ia, Dzulqarnain, berkata: “Ini rahmat dari Rabb-ku (Tuhan-ku), tetapi apabila telah tiba janji Rabb-ku (Tuhan-ku),
Dia akan memecahkannya berkeping-keping, dan janji
Rabb-ku (Tuhan-ku) itu pasti benar. Dan pada
hari itu Kami akan membiarkan sebagian mereka
menyerang sebagian lain, dan nafiri akan ditiup lalu Kami
akan menghimpun mereka itu semuanya. (Al-Kahf [19]:99-100).
Cyrus tentunya telah diberitahu Allah
Swt. melalui ilham bahwa pada suatu
ketika di masa depan Ya’juj (Gog) dan
Ma’juj (Magog) – setelah dilepaskan
dari pemenjaraannya selama 1000 tahun” -- akan tersebar sekali lagi ke tenggara, dan
dinding penghalang itu akan mampu menahan atau menghentikan gerak maju
mereka. Rupanya inilah arti dari kata-kata "Dia akan memecahkannya"
Dalam QS.21:97 diberitahu bahwa Ya’juj
(Gog) dan Ma’juj (Magog) akan menjulurkan tangan-tangan
guritanya ke seluruh dunia. Secara kiasan.
"memecahkan dinding” dapat pula
menunjuk kepada merosotnya kekuatan politik Islam selama 1000 tahun setelah mengalami masa
kejayaan yang pertama selama 3 abad (QS.32:6), terutama dengan melemahnya kekuatan bangsa
Turki (Dinasti Otsmani) di Eropa. Dengan menjadi lemahnya Turki maka jalan
bangsa-bangsa Kristen di Eropa untuk menaklukkan
daerah timur menjadi terbuka.
Makna ayat: "Dan pada
hari itu Kami akan membiarkan sebagian mereka
menyerang sebagian lain, dan nafiri akan ditiup lalu Kami
akan menghimpun mereka itu semuanya" (Al-Kahf
[19]:100), pada waktu menanjaknya Ya’juj
(Gog) dan Ma’juj (Magog) ke tangga
kekuasaan, bangsa‑bangsa di seluruh dunia
akan berhimpun sehingga seluruh dunia akan menjadi seperti satu negeri, sebagaimana keterangan Bible:
“Bangsa akan melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan serta
kedengkian, kebencian, dan keburukan akan merajalela."
Isyarat itu nampaknya ditujukan kepada zaman ini. Dalam dua Perang Dunia yang
lampau seolah-olah mereka (Ya’juj dan
Ma’juj) telah dilepaskan
di dunia, dan manusia gemetar bila mengkhayalkan kebinasaan yang dapat diakibatkan oleh Perang Dunia Ketiga. Menurut Yehezkiel (bab-bab 38 dan 39) Uni Soviet yang atheis
itu Ya’juj (Gog) dan bangsa-bangsa barat yang beragama Kristen itu Ma’juj (Magog) Kini pun mereka sedang
bersiap-siap untuk perang Armagedon.
Pelepasan Sementara “Iblis”
atau Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) dari “Pemenjaraan 1000 Tahun”
Untuk pembahasan hukuman Allah Swt. yang amat
mengerikan dan membinasakan yang
akan turun kepada Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) atau “jin” dan “ins” itu lihat Surah Ar-Rahmān [55]:27-47; QS. Al-Mā’arij
[70]:1-19. Kenyataan tersebut sesuai dengan
nubuatan Bible dalam Kitab Wahyu berikut ini:
Iblis dihukum
20:7 Dan
setelah masa seribu tahun itu
berakhir, Iblis akan dilepaskan
dari penjaranya, 20:8 dan
ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada
keempat penjuru bumi,
yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir
di laut. 20:9 Maka
naiklah mereka ke seluruh dataran bumi,
lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus
dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, 20:10 dan
Iblis, yang menyesatkan mereka,
dilemparkan ke dalam lautan api
dan belerang , yaitu tempat binatang
dan nabi palsu
itu, dan mereka disiksa siang malam sampai
selama-lamanya. (Wahyu 20:7-10).
Uni Soviet itu Ya’juj (Gog) dan bangsa-bangsa
barat (Eropa) termasuk Amerika Serikat itu Ma’juj (Magog). Kini pun mereka sedang bersiap-siap untuk “perang Armagedon” (perang Nuklir). Untuk
pembahasan hukuman Allah Swt. yang amat mengerikan dan membinasakan yang
akan turun kepada Yajuj dan Majuj itu lihat Surah Ar-Rahmān [55]:27-46) dan
surah Al-Ma’ārij [70]:1-19).
Meletusnya Perang Dunia I dan perang Dunia II membuktikan kedustaan ajaran Paulus mengenai “Trinitas”
dan “penebusan dosa” melalui “kematian terkutuk Yesus di
tiang salib” dalam Surat-surat
kirimannya. Dengan demikian benarlah nubuatan
Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. dalam Matius berikut
ini mengenai para pengikut ajaran Paulus
yang bertolak-belakang
dengan ajaran asli Nabi Isa Ibnu
Maryam a.s.:
Hal pengajaran yang sesat
7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang
kepadamu dengan menyamar seperti domba,
tetapi sesungguhnya mereka adalah
serigala yang buas. 7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri
atau buah ara dari rumput duri? 7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah
yang baik, sedang pohon yang tidak
baik menghasilkan buah yang tidak baik. 7:18 Tidak mungkin
pohon yang baik itu menghasilkan buah
yang tidak baik, ataupun pohon yang
tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah
yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan,
Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru
kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami
bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak
mujizat g demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada
mereka dan berkata:
Aku tidak pernah mengenal kamu ! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian
pembuat kejahatan!" (Matius
7:15-23).
Kecaman dan Penolakan Keras Nabi Isa Ibnu Maryam
a.s. Kepada Orang-orang yang “Mempertuhan” Beliau
Bandingkan dengan pernyataan keras Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. (Yesus) dalam Matius
7:20-23 tersebut dengan nasihat
beliau kepada Hawari dalam Matius 10:5-15 sebelum ini:
Yesus mengutus kedua belas rasul
10:5 Kedua belas murid itu
diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa
lain atau masuk ke dalam kota orang
Samaria, 10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. 10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga
sudah
dekat. 10:8 Sembuhkanlah
orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah
setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. 10:9 Janganlah
kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. 10:10 Janganlah
kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu
membawa baju dua helai, kasut atau tongkat,
sebab seorang pekerja patut mendapat
upahnya. 10:11 Apabila
kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu
berangkat. 10:12 Apabila kamu
masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. 10:13 Jika mereka
layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 10:14 Dan apabila
seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. 10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari
penghakiman tanah Sodom
dan Gomora akan lebih
ringan tanggungannya dari pada kota
itu. (Matius 10:5-15).
Betapa kerasnya pernyataan Yesus dalam Injil
Matius sebelumnya terhadap mereka yang mempertuhankan
beliau dan menganggap “dosa-dosanya telah
ditebus” oleh “kematian terkutuk
beliau di tiang salib”:
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan,
Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 7:22 Pada hari terakhir f banyak orang akan berseru
kepada-Ku: Tuhan, Tuhan ,
bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan
mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada
mereka dan berkata:
Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah
dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius
7:15-23).
Generasi Penerus yang
Bertolak-belakang Dengan Ashhabul-Kahf
(Penghuni Gua)
Bandingkan dengan pernyataan keras Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. (Yesus) dalam Matius
7:20-23 tersebut dengan nasihat
beliau kepada Hawari dalam Matius 10:5-15 sebelum ini:
Yesus mengutus kedua belas rasul
10:5 Kedua belas murid itu
diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa
lain atau masuk ke dalam kota orang
Samaria, 10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. 10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah
dekat. 10:8 Sembuhkanlah
orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah
setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. 10:9 Janganlah
kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. 10:10 Janganlah
kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu
membawa baju dua helai, kasut atau tongkat,
sebab seorang pekerja patut mendapat
upahnya. 10:11 Apabila
kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu
berangkat. 10:12 Apabila kamu
masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. 10:13 Jika mereka
layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 10:14 Dan apabila
seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. 10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari
penghakiman tanah Sodom
dan Gomora akan lebih
ringan tanggungannya dari pada kota
itu. (Matius 10:5-15).
Betapa kerasnya pernyataan Yesus dalam Injil
Matius sebelumnya terhadap mereka yang mempertuhankan
beliau dan menganggap “dosa-dosanya telah
ditebus” oleh “kematian terkutuk
beliau di tiang salib”:
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan,
Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 7:22 Pada hari terakhir f banyak orang akan berseru
kepada-Ku: Tuhan, Tuhan ,
bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan
mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada
mereka dan berkata:
Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah
dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius
7:15-23).
Pernyataan keras Nabi Isa Ibnu Maryam a.s.
(Yesus) kepada mereka yang “mempertuhankan”
beliau tersebut sesuai dengan firman Allah Swt. berikut ini mengenai generasi penerus orang-orang Yahudi yang menyalahi ajaran asli (Injil) Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. sebagaimana
ajaran Paulus:
فَخَلَفَ مِنۡۢ بَعۡدِہِمۡ خَلۡفٌ
وَّرِثُوا الۡکِتٰبَ یَاۡخُذُوۡنَ عَرَضَ ہٰذَا الۡاَدۡنٰی وَ یَقُوۡلُوۡنَ
سَیُغۡفَرُ لَنَا ۚ وَ اِنۡ یَّاۡتِہِمۡ عَرَضٌ مِّثۡلُہٗ یَاۡخُذُوۡہُ ؕ اَلَمۡ
یُؤۡخَذۡ عَلَیۡہِمۡ مِّیۡثَاقُ الۡکِتٰبِ اَنۡ لَّا یَقُوۡلُوۡا عَلَی
اللّٰہِ اِلَّا الۡحَقَّ وَ دَرَسُوۡا مَا
فِیۡہِ ؕ وَ الدَّارُ الۡاٰخِرَۃُ
خَیۡرٌ لِّلَّذِیۡنَ یَتَّقُوۡنَ ؕ
اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ ﴿﴾ وَ الَّذِیۡنَ یُمَسِّکُوۡنَ بِالۡکِتٰبِ وَ اَقَامُوا الصَّلٰوۃَ
ؕ اِنَّا لَا نُضِیۡعُ اَجۡرَ الۡمُصۡلِحِیۡنَ ﴿﴾
Maka datang menggantikan sesudah mereka,
suatu generasi pengganti
yang mewarisi Kitab Taurat itu,
mereka mengambil harta dunia yang
rendah ini وَ یَقُوۡلُوۡنَ
سَیُغۡفَرُ لَنَا --
dan mereka mengatakan: “Pasti kami akan
diampuni.” Dan jika datang kepada
mereka harta semacam itu lagi mereka akan
mengambilnya. اَلَمۡ یُؤۡخَذۡ عَلَیۡہِمۡ مِّیۡثَاقُ الۡکِتٰبِ اَنۡ لَّا
یَقُوۡلُوۡا عَلَی اللّٰہِ اِلَّا
الۡحَقَّ وَ دَرَسُوۡا مَا فِیۡہِ -- Bukankah telah diambil perjanjian dari mereka dalam
Kitab bahwa mereka tidak akan
mengatakan sesuatu terhadap Allah kecuali yang haq, dan mereka
telah mempelajari apa
yang tercantum di dalamnya? ؕ وَ الدَّارُ
الۡاٰخِرَۃُ خَیۡرٌ لِّلَّذِیۡنَ یَتَّقُوۡنَ ؕ اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ -- Padahal kampung akhirat itu
lebih baik bagi orang-orang
yang bertakwa, apakah kamu tidak mau
mengerti? وَ الَّذِیۡنَ یُمَسِّکُوۡنَ بِالۡکِتٰبِ
وَ اَقَامُوا الصَّلٰوۃَ -- Dan orang-orang
yang berpegang teguh
pada Kitab itu dan mendirikan
shalat, اِنَّا
لَا نُضِیۡعُ اَجۡرَ الۡمُصۡلِحِیۡنَ -- sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan ganjaran orang-orang yang melakukan
perbaikan (Al-A’rāf [7]:170-171).
Bantahan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. Mengenai “Trinitas” dan “Penebusan Dosa”
'Aradha
dalam ayat: یَاۡخُذُوۡنَ عَرَضَ ہٰذَا
الۡاَدۡنٰی وَ یَقُوۡلُوۡنَ سَیُغۡفَرُ لَنَا -- “mereka
mengambil harta dunia yang rendah ini dan mereka mengatakan: “Pasti
kami akan diampuni” artinya: barang yang tidak kekal, barang-barang
duniawi yang rendah nilainya barang-barang dagangan atau komoditi-komoditi
duniawi; benda atau sesuatu (Lexicon Lane).
Ada pun ucapan mereka: وَ یَقُوۡلُوۡنَ سَیُغۡفَرُ لَنَا -- “Pasti kami akan
diampuni“ mengisyaratkan kepada ajaran
Paulus mengenai “Trinitas”
dan “Penebusan Dosa” melalui kematian terkutuk Nabi Isa Ibnu Maryam
a.s. di tiang salib -- yang dalam QS.18:10 mereka disyaratkan dengan
“rāqim” (prasasti) yang bertentangan dengan pengakuan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s., firman-Nya:
وَ اِذۡ قَالَ اللّٰہُ
یٰعِیۡسَی ابۡنَ مَرۡیَمَ ءَاَنۡتَ قُلۡتَ
لِلنَّاسِ اتَّخِذُوۡنِیۡ وَ اُمِّیَ اِلٰہَیۡنِ مِنۡ دُوۡنِ
اللّٰہِ ؕ قَالَ سُبۡحٰنَکَ مَا یَکُوۡنُ لِیۡۤ
اَنۡ اَقُوۡلَ مَا لَیۡسَ لِیۡ ٭ بِحَقٍّ ؕ اِنۡ کُنۡتُ قُلۡتُہٗ فَقَدۡ
عَلِمۡتَہٗ ؕ تَعۡلَمُ مَا فِیۡ
نَفۡسِیۡ وَ لَاۤ اَعۡلَمُ مَا فِیۡ نَفۡسِکَ ؕ اِنَّکَ
اَنۡتَ عَلَّامُ الۡغُیُوۡبِ ﴿﴾ مَا قُلۡتُ
لَہُمۡ اِلَّا مَاۤ اَمَرۡتَنِیۡ بِہٖۤ اَنِ اعۡبُدُوا اللّٰہَ رَبِّیۡ وَ رَبَّکُمۡ ۚ وَ کُنۡتُ عَلَیۡہِمۡ
شَہِیۡدًا مَّا
دُمۡتُ فِیۡہِمۡ ۚ فَلَمَّا تَوَفَّیۡتَنِیۡ کُنۡتَ اَنۡتَ الرَّقِیۡبَ
عَلَیۡہِمۡ ؕ وَ اَنۡتَ عَلٰی
کُلِّ شَیۡءٍ شَہِیۡدٌ ﴿﴾
Dan ingatlah
ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa ibnu Maryam, apakah engkau telah
berkata kepada manusia: Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan
selain Allah?" Ia berkata: “Maha Suci Engkau. Tidak patut bagiku
mengatakan apa yang sekali-kali
bukan hakku. Jika aku telah mengatakannya maka sungguh Engkau mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada dalam diriku, sedangkan aku tidak mengetahui apa yang ada dalam
diri Engkau, sesungguh-nya Engkau benar-benar Maha Mengetahui segala yang gaib. Aku sekali-kali tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang telah Engkau perintahkan kepadaku, yaitu: ”Beribadahlah kepada Allah, Rabb-ku
(Tuhan-ku) dan Rabb (Tuhan) kamu.” Dan aku menjadi saksi atas mereka selama aku berada di antara mereka,
tetapi tatkala Engkau
telah mewafatkanku maka Engkau-lah Yang benar-benar menjadi
Pengawas atas mereka, dan Engkau adalah
Saksi atas segala sesuatu. (Al-Māidah [5]:117-118).
Ayat 117: ‘’Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain
Allah?" menunjuk kepada kebiasaan Gereja Kristen yang menisbahkan kekuatan-kekuatan Uluhiyyah
(Ketuhanan) kepada Siti Maryam. Pertolongan Siti Maryam dimohon dalam Litania
(suatu bentuk sembahyang), sedangkan dalam Katakisma (Cathechism,
yakni, dasar-dasar ajaran agama berupa tanya-jawab) Gereja Romawi
ditanamkan akidah bahwa beliau itu bunda Tuhan.
Gerejawan-gerejawan di zaman lampau menganggap beliau mempunyai sifat-sifat Tuhan dan hanya beberapa
tahun yang silam, Paus Pius XII telah
memasukkan paham kenaikan Siti Maryam ke
langit dalam ajaran Gereja. Semua
ini sama halnya dengan menaikkan beliau
ke jenjang Ketuhanan dan inilah apa
yang dicela oleh umat Protestan dan
disebut sebagai Mariolatry (Pemujaan Dara Maria).
Pernyataan Allah Swt. dalam
Al-Quran (QS,5:117-118) mengenai penolakan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. terhadap faham “Trinitas”
dan “Penebusan dosa” ajaran Paulus tersebut sejalan dengan peringatan
Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. di awal Bab ini:
Hal pengajaran yang sesat
7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang
kepadamu dengan menyamar seperti domba,
tetapi sesungguhnya mereka adalah
serigala yang buas. 7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri
atau buah ara dari rumput duri? 7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah
yang baik, sedang pohon yang tidak
baik menghasilkan buah yang tidak baik. 7:18 Tidak mungkin
pohon yang baik itu menghasilkan buah
yang tidak baik, ataupun pohon yang
tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah
yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan,
Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru
kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami
bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak
mujizat demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada
mereka dan berkata:
Aku tidak pernah mengenal kamu ! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian
pembuat kejahatan!" (Matius
7:15-23).
Bantahan Nabi Isa Ibnu
Maryam a.s. Mengenai “Trinitas”
dan “Penebusan Dosa”
Pernyataan keras Nabi Isa Ibnu Maryam a.s.
(Yesus) kepada mereka yang “mempertuhankan”
beliau sesuai dengan firman Allah Swt. berikut ini
mengenai generasi penerus orang-orang
Yahudi yang menyalahi ajaran asli (Injil) Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. sebagaimana
ajaran Paulus:
فَخَلَفَ مِنۡۢ بَعۡدِہِمۡ خَلۡفٌ
وَّرِثُوا الۡکِتٰبَ یَاۡخُذُوۡنَ عَرَضَ ہٰذَا الۡاَدۡنٰی وَ یَقُوۡلُوۡنَ
سَیُغۡفَرُ لَنَا ۚ وَ اِنۡ یَّاۡتِہِمۡ عَرَضٌ مِّثۡلُہٗ یَاۡخُذُوۡہُ ؕ اَلَمۡ
یُؤۡخَذۡ عَلَیۡہِمۡ مِّیۡثَاقُ الۡکِتٰبِ اَنۡ لَّا یَقُوۡلُوۡا عَلَی
اللّٰہِ اِلَّا الۡحَقَّ وَ دَرَسُوۡا مَا
فِیۡہِ ؕ وَ الدَّارُ الۡاٰخِرَۃُ
خَیۡرٌ لِّلَّذِیۡنَ یَتَّقُوۡنَ ؕ
اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ ﴿﴾ وَ الَّذِیۡنَ یُمَسِّکُوۡنَ بِالۡکِتٰبِ وَ اَقَامُوا
الصَّلٰوۃَ ؕ اِنَّا لَا نُضِیۡعُ اَجۡرَ الۡمُصۡلِحِیۡنَ ﴿﴾
Maka datang menggantikan sesudah mereka,
suatu generasi pengganti
yang mewarisi Kitab Taurat itu,
mereka mengambil harta dunia yang
rendah ini وَ یَقُوۡلُوۡنَ
سَیُغۡفَرُ لَنَا --
dan mereka mengatakan: “Pasti kami akan
diampuni.” Dan jika datang kepada
mereka harta semacam itu lagi mereka akan
mengambilnya. اَلَمۡ یُؤۡخَذۡ عَلَیۡہِمۡ مِّیۡثَاقُ الۡکِتٰبِ اَنۡ لَّا
یَقُوۡلُوۡا عَلَی اللّٰہِ اِلَّا الۡحَقَّ
وَ دَرَسُوۡا مَا فِیۡہِ -- Bukankah telah diambil perjanjian dari mereka dalam
Kitab bahwa mereka tidak akan
mengatakan sesuatu terhadap Allah kecuali yang haq (benar), dan mereka
telah mempelajari apa
yang tercantum di dalamnya? ؕ وَ الدَّارُ
الۡاٰخِرَۃُ خَیۡرٌ
لِّلَّذِیۡنَ یَتَّقُوۡنَ ؕ اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ -- Padahal kampung akhirat itu
lebih baik bagi orang-orang
yang bertakwa, apakah kamu tidak mau
mengerti? وَ الَّذِیۡنَ یُمَسِّکُوۡنَ بِالۡکِتٰبِ
وَ اَقَامُوا الصَّلٰوۃَ -- Dan orang-orang
yang berpegang teguh
pada Kitab itu dan mendirikan
shalat, اِنَّا
لَا نُضِیۡعُ اَجۡرَ الۡمُصۡلِحِیۡنَ -- sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan ganjaran orang-orang yang melakukan
perbaikan (Al-A’rāf [7]:170-171).
(Bersambung)
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
oo0oo
Pajajaran Anyar,
5 Februari 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar