Minggu, 05 Februari 2017

Nubuatan "Dzulqarnain" (Cyrus) Berkenaan Pelepasan Sementara "Iblis" dari "Pemenjaraan Seribu Tahun" dan Merajalelanya Kembali "Ya'juj" (Gog) Dan "Ma'juj (Magog) & Penolakan Keras I Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. Terhadap Orang-orang yang "Mempertuhan" Beliau dan Ibundanya



Bismillaahirrahmaanirrahiim

  ISLAM
Pidato  Mirza Ghulam Ahmad a.s.
Tgl. 2 November 1904 di Kota Sialkote – Hindustan

Bab  12

NUBUATAN DZULQARNAIN (CYRUS) BERKENAAN    PELEPASAN SEMENTARA “IBLIS” DARI “PEMENJARAAN SERIBU TAHUN”     DAN MERAJALELANYA KEMBALI YA’JUJ (GOG) DAN  MA’JUJ  (MAGOG) & PENOLAKAN KERAS NABI ISA IBNU MARYAM A.S. TERHADAP ORANG-ORANG YANG MEMPERTUHANKAN BELIAU DAN IBUNDA BELIAU

Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma

D
alam bagian akhir Bab 11  telah dijelaskan topik   Pembangun “Dinding Darbad” adalah Cyrus atau Dzulqarnain. Yakni  bertentangan dengan kenyataan-kenyataan sejarah yang telah terbukti kebenarannya, pada umumnya dianggap  bahwa dinding itu telah dibangun oleh Iskandar Agung. Tetapi gerakan-gerakan militer Iskandar  tidak ubahnya seperti angin puyuh yang ada ketika itu, ia tidak akan sempat mengurus rencana luas  seperti mendirikan dinding yang begitu besar.
   Demikian pula wafatnya dalam usia begitu muda tidak memberi kepadanya  waktu yang cukup untuk menghadapi suatu rencana yang begitu besar. Rupanya anggapan itu telah timbul dari kenyataan  bahwa ahli tafsir Al-Quran dari kalangan orang-orang Islam mempunyai anggapan salaH  bahwa Dzulqarnain itu IskandarThe Great”. Bukti-bukti kenyataan berikut menunjukkan  bahwa Cyrus-lah yang mendirikan dinding itu:
 (a) Untuk mematahkan kekuatan bangsa Scythia, Darius  -- yang menaiki takhta kerajaan sesudah wafat putra Cyrus  -- dengan melalui Yunani menyerang bangsa Scythia, dari jurusan Eropa. Tidak masuk akal, bahwa ia menempuh perjalanan begitu jauh lagi sukar dan mengambil jalan keliling, untuk menyerang kaum itu melalui Eropa Tengah, padahal mereka tinggal sangat dekat kepadanya di sebelah utara.
  Kesimpulan yang tidak dapat dielakkan ialah, bahwa memang ada suatu dinding yang sangat besar, hanya mungkin didirikan oleh Cyrus sebelum zaman Darius. Seandainya tembok yang menghalangi musuh tidak ada maka hal itu tidak memungkinkan Darius dengan pasukan yang besar, pergi ke sebelah lain dengan mengambil jalan memutar, sambil meninggalkan negeri sendiri terbuka terhadap serangan-serangan musuh dari utara.
    (b) Sebelum masa Cyrus, bangsa Scythia mengadakan penyerbuan-penyerbuan terus-menerus dengan tidak ada henti-hentinya terhadap Persia, tetapi sesudah diadakannya penaklukan-penaklukan maka penyerbuan-penyerbuan itu terhenti sama sekali. Kenyataan ini membawa kepada kesimpulan yang sangat mungkin, yaitu bahwa niscaya Cyrus yang telah mendirikan  penghalang yang berhasil menghentikan serangan-serangan Ya’juj dan Ma’juj itu,  dan penghalang itu tentunya dinding Darband yang tersohor, yang keliru orang kenal sebagai dinding Iskandar, sesuai  jawaban Dzulqarnain terhadap permintaan  dibuatnya suatu “penghalang” agar Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) tidak lagi melakukan penyerangan, firman-Nya:
قَالَ مَا مَکَّنِّیۡ فِیۡہِ رَبِّیۡ خَیۡرٌ فَاَعِیۡنُوۡنِیۡ بِقُوَّۃٍ  اَجۡعَلۡ بَیۡنَکُمۡ وَ بَیۡنَہُمۡ  رَدۡمًا ﴿ۙ﴾  اٰتُوۡنِیۡ زُبَرَ الۡحَدِیۡدِ ؕ حَتّٰۤی  اِذَا سَاوٰی بَیۡنَ الصَّدَفَیۡنِ قَالَ انۡفُخُوۡا ؕ حَتّٰۤی  اِذَا جَعَلَہٗ  نَارًا ۙ قَالَ اٰتُوۡنِیۡۤ  اُفۡرِغۡ عَلَیۡہِ قِطۡرًا ﴿ؕ﴾  فَمَا اسۡطَاعُوۡۤا اَنۡ یَّظۡہَرُوۡہُ  وَ مَا اسۡتَطَاعُوۡا  لَہٗ  نَقۡبًا ﴿﴾  قَالَ ہٰذَا رَحۡمَۃٌ مِّنۡ رَّبِّیۡ ۚ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ رَبِّیۡ جَعَلَہٗ  دَکَّآءَ ۚ وَ کَانَ وَعۡدُ رَبِّیۡ  حَقًّا  ﴿ؕ﴾ وَ تَرَکۡنَا بَعۡضَہُمۡ یَوۡمَئِذٍ یَّمُوۡجُ فِیۡ بَعۡضٍ وَّ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ فَجَمَعۡنٰہُمۡ جَمۡعًا ﴿ۙ﴾
la (Dzulqarnain) berkata: "Kekuasaan  yang dianugerahkan kepadaku oleh Rabb-ku (Tuhan-ku) dalam hal ini adalah lebih baik, tetapi kamu boleh membantuku dengan kekuatan, aku akan mendirikan di antara kamu dengan mereka sebuah penghalang. Berikanlah kepadaku kepingan-kepingan besi,  hingga ketika ia telah meratakan  di antara kedua bukit itu, ia berkata: “Hembuskanlah.” Hingga ketika ia telah menjadikannya seperti api ia berkata: "Berikanlah kepadaku cairan tembaga, supaya aku dapat menuangkan di atasnya."   Maka mereka, Ya’juj dan Ma’juj tidak dapat memanjatnya dan tidak dapat melubanginya.  قَالَ ہٰذَا رَحۡمَۃٌ مِّنۡ رَّبِّیۡ ۚ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ رَبِّیۡ جَعَلَہٗ  دَکَّآءَ ۚ وَ کَانَ وَعۡدُ رَبِّیۡ  حَقًّا  --  Ia, Dzulqarnain, berkata: “Ini rahmat dari Rabb-ku (Tuhan-ku), tetapi apabila telah tiba janji Rabb-ku (Tuhan-ku), Dia akan me­mecahkannya  berkeping-keping, dan  janji Rabb-ku (Tuhan-ku) itu pasti benar. وَ تَرَکۡنَا بَعۡضَہُمۡ یَوۡمَئِذٍ یَّمُوۡجُ فِیۡ بَعۡضٍ وَّ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ فَجَمَعۡنٰہُمۡ جَمۡعًا  --  Dan pada hari itu Kami akan mem­biarkan sebagian mereka  menyerang sebagian lain dan nafiri akan ditiup  lalu  Kami akan menghimpun mereka itu semuanya.  (Al-Kahf [19]:96-100).
      Pembuatan “dinding penghalang Darband”  oleh Dzulqarnain yang berhasil menghentikan gerak  Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog)  tersebut erat hubungannya dengan keterangan Bible mengenai “pemenjaraan Iblis” selama  1000 tahun berikut ini:
Kerajaan seribu tahun
20:1 Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga   memegang anak kunci   jurang maut   dan suatu rantai besar di tangannya; 20:2 ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan.   Dan ia mengikatnya seribu tahun  lamanya, 20:3 lalu melemparkannya ke dalam jurang maut,   dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya   di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa,   sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.   (Wahyu 20:1-3).
    Dzulqarnain atau  Cyrus  minta kepada penduduk setempat untuk menyediakan baginya tenaga manusia, sebab kata quwwah berarti  kekuatan fisik, yaitu tenaga kasar. Itulah makna ayat:   “tetapi kamu boleh membantuku dengan kekuatan.“
  Selain   tenaga kasar,  Cyrus meminta pula dari penduduk setempat  besi dan tembaga yang dicairkan. Tembaga itu — tidak seperti besi — tidak berkarat dan bila dicampur dengan besi, maka hasil campuran itu menjadi lebih keras serta tahan karat. Tenaga ahli bangunan dan teknik diisi oleh ahli-ahli teknik Cyrus. Itulah makna ayat:  اٰتُوۡنِیۡ زُبَرَ الۡحَدِیۡدِ ؕ حَتّٰۤی  اِذَا سَاوٰی بَیۡنَ الصَّدَفَیۡنِ قَالَ انۡفُخُوۡا ؕ حَتّٰۤی  اِذَا جَعَلَہٗ  نَارًا ۙ قَالَ اٰتُوۡنِیۡۤ  اُفۡرِغۡ عَلَیۡہِ قِطۡرًا -- “tetapi kamu boleh membantuku dengan kekuatan, aku akan mendirikan di antara kamu dengan mereka sebuah penghalang. Berikanlah kepadaku kepingan-kepingan besi,  hingga ketika ia telah meratakan  di antara kedua bukit itu, ia berkata: “Hembuskanlah.” Hingga ketika ia telah menjadikannya seperti api ia berkata: "Berikanlah kepadaku cairan tembaga, supaya aku dapat menuangkan di atasnya."   Maka mereka, Ya’juj dan Ma’juj tidak dapat memanjatnya dan tidak dapat melubanginya.“
  Kubu pertahanan  atau dinding penghalang tersebut itu didirikan di antara Laut Kaspia dan pegunungan Kaukasus.  Setelah pembuatan dinding itu selesai  maka berhentilah serangan­-serangan Ya’juj dan Ma’juj dari utara. Tembok itu terlalu tebal untuk dipecahkan dan ditembus, dan terlalu tinggi untuk dipanjat. Dinding itu tingginva 29 kaki dan lebarnya 10 kaki (Encyclopaedia  Britannica) dan mempunyai pintu-pintu besi dan menara-menara penjagaan. Dinding itu merupakan penjaga batas Persia yang paling ampuh.
 Makna ayat selanjutnya:   "Ia, Dzulqarnain, berkata: “Ini rahmat dari Rabb-ku (Tuhan-ku), tetapi apabila telah tiba janji Rabb-ku (Tuhan-ku), Dia akan me­mecahkannya  berkeping-keping, dan  janji Rabb-ku (Tuhan-ku) itu pasti benar  Dan pada hari itu Kami akan mem­biarkan sebagian mereka  menyerang sebagian lain dan nafiri akan ditiup  lalu  Kami akan menghimpun mereka itu semuanya.  (Al-Kahf [19]:99-100).
   Cyrus tentunya telah diberitahu Allah Swt. melalui ilham bahwa pada suatu ketika di masa depan Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) – setelah dilepaskan dari pemenjaraannya selama 1000 tahun”  -- akan tersebar sekali lagi ke tenggara, dan dinding penghalang itu akan mampu menahan atau menghentikan gerak maju mereka. Rupanya inilah arti dari kata-kata "Dia akan memecahkannya"
Dalam QS.21:97  diberitahu  bahwa Ya’juj (Gog)  dan Ma’juj (Magog) akan menjulurkan tangan-tangan guritanya ke seluruh dunia. Secara kiasan. "memecahkan dinding” dapat pula menunjuk kepada merosotnya kekuatan politik Islam selama 1000 tahun setelah  mengalami masa kejayaan yang pertama selama  3 abad (QS.32:6),   terutama dengan melemahnya  kekuatan bangsa Turki (Dinasti Otsmani) di Eropa. Dengan menjadi lemahnya Turki  maka jalan bangsa-bangsa Kristen di Eropa untuk menaklukkan daerah timur menjadi terbuka.
    Makna ayat:    "Dan pada hari itu Kami akan mem­biarkan sebagian mereka  menyerang sebagian lain dan nafiri akan ditiup  lalu  Kami akan menghimpun mereka itu semuanya"   (Al-Kahf [19]:100), pada waktu menanjaknya Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) ke tangga kekuasaan, bangsa‑bangsa di seluruh dunia akan berhimpun  sehingga seluruh dunia akan menjadi seperti satu negeri, sebagaimana keterangan  Bible:
Bangsa akan melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan serta kedengkian, kebencian, dan keburukan akan merajalela."
  Isyarat itu nampaknya ditujukan kepada zaman ini. Dalam dua Perang Dunia yang lampau seolah-olah mereka (Ya’juj dan Ma’juj)  telah dilepaskan di dunia, dan manusia gemetar bila mengkhayalkan kebinasaan yang dapat diakibatkan oleh Perang Dunia Ketiga. Menurut Yehezkiel (bab-bab 38 dan 39) Uni Soviet  yang atheis itu Ya’juj (Gog) dan bangsa-bangsa barat yang beragama Kristen itu Ma’juj (Magog) Kini pun mereka sedang bersiap-siap untuk perang Armagedon.

 Pelepasan Sementara  “Iblis” atau Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) dari “Pemenjaraan 1000 Tahun

  Untuk pembahasan hukuman Allah Swt. yang amat mengerikan dan membinasakan yang akan turun kepada Ya’juj (Gog) dan Ma’juj  (Magog) atau “jin” dan “ins”  itu lihat Surah Ar-Rahmān [55]:27-47; QS. Al-Mā’arij [70]:1-19. Kenyataan tersebut sesuai dengan  nubuatan Bible dalam Kitab Wahyu berikut ini: 
Iblis dihukum
20:7 Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir,    Iblis akan dilepaskan  dari penjaranya, 20:8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa   pada keempat penjuru bumi,   yaitu Gog dan Magog,  dan mengumpulkan mereka untuk berperang  dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut.  20:9 Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung   perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi    itu. Tetapi dari langit   turunlah api menghanguskan mereka, 20:10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka,  dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang , yaitu tempat binatang  dan nabi palsu   itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya. (Wahyu 20:7-10).  
   Uni Soviet itu Ya’juj (Gog) dan bangsa-bangsa barat  (Eropa) termasuk Amerika Serikat itu Ma’juj (Magog). Kini pun mereka sedang bersiap-siap untuk “perang Armagedon” (perang Nuklir). Untuk pembahasan hukuman Allah Swt.  yang amat mengerikan dan membinasakan yang akan turun kepada Yajuj dan Majuj itu lihat Surah Ar-Rahmān [55]:27-46) dan  surah  Al-Ma’ārij [70]:1-19).
  Meletusnya Perang Dunia I dan perang Dunia II  membuktikan kedustaan ajaran Paulus mengenai “Trinitas” dan “penebusan dosa” melalui “kematian terkutuk Yesus di tiang salib” dalam Surat-surat kirimannya. Dengan demikian benarlah nubuatan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. dalam Matius berikut ini mengenai para pengikut ajaran Paulus  yang bertolak-belakang dengan ajaran asli Nabi Isa Ibnu Maryam a.s.:
Hal pengajaran yang sesat
7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu  yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala   yang buas. 7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.   Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?   7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.   7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.   7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan!   akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,   melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku   yang di sorga.  7:22 Pada hari terakhir  banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat g demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu ! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:15-23).

Kecaman dan Penolakan Keras Nabi Isa Ibnu Maryam a.s.  Kepada Orang-orang yang “Mempertuhan” Beliau

       Bandingkan dengan pernyataan keras   Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. (Yesus)  dalam Matius 7:20-23 tersebut dengan nasihat beliau kepada Hawari dalam Matius 10:5-15 sebelum ini: 
Yesus mengutus kedua belas rasul
10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,  10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.  10:7  Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga    sudah dekat. 10:8  Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. 10:9  Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.  10:10 Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.  10:11  Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. 10:12 Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam   kepada mereka. 10:13 Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 10:14  Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.  10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman  tanah Sodom dan Gomora   akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu. (Matius 10:5-15).
     Betapa kerasnya pernyataan Yesus   dalam Injil Matius sebelumnya terhadap mereka yang mempertuhankan beliau dan menganggap “dosa-dosanya telah ditebus” oleh “kematian terkutuk beliau di  tiang salib”:
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan!   akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,   melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku   yang di sorga.  7:22 Pada hari terakhir f  banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan , bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat  demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:15-23).

Generasi Penerus yang Bertolak-belakang Dengan Ashhabul-Kahf (Penghuni Gua)

       Bandingkan dengan pernyataan keras   Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. (Yesus)  dalam Matius 7:20-23 tersebut dengan nasihat beliau kepada Hawari dalam Matius 10:5-15 sebelum ini: 
Yesus mengutus kedua belas rasul
10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,  10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.  10:7  Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. 10:8  Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. 10:9  Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.  10:10 Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.  10:11  Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. 10:12 Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam   kepada mereka. 10:13 Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 10:14  Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.  10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman  tanah Sodom dan Gomora   akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu. (Matius 10:5-15).
      Betapa kerasnya pernyataan Yesus   dalam Injil Matius sebelumnya terhadap mereka yang mempertuhankan beliau dan menganggap “dosa-dosanya telah ditebus” oleh “kematian terkutuk beliau di  tiang salib”:
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan!   akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku   yang di sorga.  7:22 Pada hari terakhir f  banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan , bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat  demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:15-23).
    Pernyataan keras Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. (Yesus) kepada mereka yang “mempertuhankan” beliau tersebut sesuai dengan firman Allah Swt. berikut ini mengenai generasi penerus orang-orang Yahudi yang menyalahi ajaran asli (Injil) Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. sebagaimana ajaran Paulus:
فَخَلَفَ مِنۡۢ بَعۡدِہِمۡ خَلۡفٌ وَّرِثُوا الۡکِتٰبَ یَاۡخُذُوۡنَ عَرَضَ ہٰذَا الۡاَدۡنٰی وَ یَقُوۡلُوۡنَ سَیُغۡفَرُ لَنَا ۚ وَ اِنۡ یَّاۡتِہِمۡ عَرَضٌ مِّثۡلُہٗ یَاۡخُذُوۡہُ ؕ اَلَمۡ یُؤۡخَذۡ عَلَیۡہِمۡ مِّیۡثَاقُ الۡکِتٰبِ اَنۡ لَّا یَقُوۡلُوۡا عَلَی اللّٰہِ  اِلَّا الۡحَقَّ وَ دَرَسُوۡا مَا فِیۡہِ  ؕ وَ الدَّارُ  الۡاٰخِرَۃُ  خَیۡرٌ لِّلَّذِیۡنَ  یَتَّقُوۡنَ ؕ اَفَلَا  تَعۡقِلُوۡنَ ﴿﴾  وَ الَّذِیۡنَ یُمَسِّکُوۡنَ بِالۡکِتٰبِ وَ اَقَامُوا الصَّلٰوۃَ ؕ اِنَّا لَا نُضِیۡعُ اَجۡرَ الۡمُصۡلِحِیۡنَ ﴿﴾
Maka datang menggantikan sesudah mereka, suatu generasi  pengganti  yang mewarisi Kitab Taurat  itu, mereka mengambil harta dunia yang rendah ini وَ یَقُوۡلُوۡنَ سَیُغۡفَرُ لَنَا  -- dan mereka mengatakan: “Pasti kami akan diampuni.” Dan jika datang kepada mereka harta semacam itu lagi mereka akan mengambilnya. اَلَمۡ یُؤۡخَذۡ عَلَیۡہِمۡ مِّیۡثَاقُ الۡکِتٰبِ اَنۡ لَّا یَقُوۡلُوۡا عَلَی اللّٰہِ  اِلَّا الۡحَقَّ وَ دَرَسُوۡا مَا فِیۡہِ    -- Bukankah telah diambil perjanjian dari mereka dalam Kitab bahwa mereka tidak akan mengatakan sesuatu terhadap Allah kecuali yang haq, dan  mereka telah mempelajari  apa yang tercantum di dalamnya?  ؕ وَ الدَّارُ  الۡاٰخِرَۃُ  خَیۡرٌ لِّلَّذِیۡنَ  یَتَّقُوۡنَ ؕ اَفَلَا  تَعۡقِلُوۡنَ -- Padahal  kampung  akhirat itu   lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, apakah kamu tidak mau mengerti? وَ الَّذِیۡنَ یُمَسِّکُوۡنَ بِالۡکِتٰبِ وَ اَقَامُوا الصَّلٰوۃَ  --  Dan orang-orang yang  berpegang teguh pada Kitab  itu dan  mendirikan shalat, اِنَّا لَا نُضِیۡعُ اَجۡرَ الۡمُصۡلِحِیۡنَ  -- sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan ganjaran orang-orang yang melakukan perbaikan  (Al-A’rāf [7]:170-171).

Bantahan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. Mengenai “Trinitas” dan “Penebusan Dosa

        'Aradha  dalam ayat:  یَاۡخُذُوۡنَ عَرَضَ ہٰذَا الۡاَدۡنٰی وَ یَقُوۡلُوۡنَ سَیُغۡفَرُ لَنَا  -- “mereka mengambil harta dunia yang rendah ini dan mereka mengatakan: “Pasti kami akan diampuni”  artinya:  barang yang tidak kekal, barang-barang duniawi yang rendah nilainya barang-barang dagangan atau komoditi-komoditi duniawi; benda atau sesuatu (Lexicon Lane).
  Ada pun ucapan mereka: وَ یَقُوۡلُوۡنَ سَیُغۡفَرُ لَنَا -- “Pasti kami akan diampuni“ mengisyaratkan kepada ajaran Paulus mengenai  “Trinitas” dan “Penebusan Dosa” melalui kematian terkutuk Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. di tiang salib --  yang dalam QS.18:10 mereka disyaratkan dengan “rāqim” (prasasti) yang bertentangan dengan pengakuan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s., firman-Nya:
وَ  اِذۡ قَالَ اللّٰہُ یٰعِیۡسَی ابۡنَ مَرۡیَمَ  ءَاَنۡتَ قُلۡتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُوۡنِیۡ وَ اُمِّیَ  اِلٰہَیۡنِ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰہِ ؕ قَالَ سُبۡحٰنَکَ مَا یَکُوۡنُ لِیۡۤ  اَنۡ اَقُوۡلَ مَا لَیۡسَ لِیۡ ٭ بِحَقٍّ ؕ؃ اِنۡ کُنۡتُ قُلۡتُہٗ فَقَدۡ عَلِمۡتَہٗ ؕ تَعۡلَمُ  مَا فِیۡ نَفۡسِیۡ وَ لَاۤ اَعۡلَمُ مَا فِیۡ نَفۡسِکَ ؕ اِنَّکَ اَنۡتَ عَلَّامُ  الۡغُیُوۡبِ ﴿﴾ مَا قُلۡتُ لَہُمۡ اِلَّا مَاۤ اَمَرۡتَنِیۡ بِہٖۤ اَنِ اعۡبُدُوا اللّٰہَ رَبِّیۡ وَ رَبَّکُمۡ ۚ وَ کُنۡتُ عَلَیۡہِمۡ  شَہِیۡدًا مَّا دُمۡتُ فِیۡہِمۡ ۚ فَلَمَّا تَوَفَّیۡتَنِیۡ  کُنۡتَ اَنۡتَ الرَّقِیۡبَ عَلَیۡہِمۡ ؕ وَ  اَنۡتَ عَلٰی کُلِّ  شَیۡءٍ  شَہِیۡدٌ ﴿﴾
Dan ingatlah ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa ibnu Maryam, apakah engkau telah berkata kepada manusia: Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan  selain  Allah?" Ia berkata: “Maha Suci Engkau. Tidak patut bagiku mengatakan   apa yang  sekali-kali  bukan hakku. Jika  aku telah mengatakannya maka sungguh  Engkau mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada dalam diriku, sedangkan aku tidak mengetahui apa yang ada dalam diri Engkau sesungguh-nya Engkau benar-benar Maha Mengetahui segala yang gaib.  Aku sekali-kali tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang telah Engkau perintahkan kepadaku, yaitu: ”Beribadahlah kepada Allah, Rabb-ku  (Tuhan-ku) dan Rabb (Tuhan) kamu.” Dan aku menjadi saksi atas mereka selama aku berada di antara mereka,  tetapi tatkala Engkau telah mewafatkanku  maka Engkau-lah Yang benar-benar menjadi Pengawas atas mereka, dan Engkau adalah Saksi atas segala sesuatu. (Al-Māidah [5]:117-118).
      Ayat 117: ‘’Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan  selain  Allah?"    menunjuk kepada kebiasaan Gereja Kristen yang menisbahkan kekuatan-kekuatan Uluhiyyah (Ketuhanan) kepada Siti Maryam. Pertolongan Siti Maryam dimohon dalam Litania (suatu bentuk sembahyang), sedangkan dalam Katakisma (Cathechism, yakni, dasar-dasar ajaran agama berupa tanya-jawab) Gereja Romawi ditanamkan akidah bahwa beliau itu bunda Tuhan.
        Gerejawan-gerejawan di zaman lampau menganggap beliau mempunyai sifat-sifat Tuhan dan hanya beberapa tahun yang silam, Paus Pius XII telah memasukkan paham kenaikan Siti Maryam ke langit dalam ajaran Gereja. Semua ini sama halnya dengan menaikkan beliau ke jenjang Ketuhanan dan inilah apa yang dicela oleh umat Protestan dan disebut sebagai Mariolatry (Pemujaan Dara Maria).
        Pernyataan Allah Swt. dalam Al-Quran  (QS,5:117-118) mengenai penolakan  Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. terhadap  faham “Trinitas” dan “Penebusan dosa” ajaran Paulus tersebut sejalan dengan  peringatan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. di awal Bab ini:
Hal pengajaran yang sesat
7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu  yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala   yang buas. 7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.   Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?   7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.   7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.   7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan!   akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,   melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku   yang di sorga.  7:22 Pada hari terakhir  banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat  demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu ! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:15-23).

Bantahan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. Mengenai “Trinitas” dan “Penebusan Dosa

    Pernyataan keras Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. (Yesus) kepada mereka yang “mempertuhankan” beliau   sesuai dengan firman Allah Swt. berikut ini mengenai generasi penerus orang-orang Yahudi yang menyalahi ajaran asli (Injil) Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. sebagaimana ajaran Paulus:
فَخَلَفَ مِنۡۢ بَعۡدِہِمۡ خَلۡفٌ وَّرِثُوا الۡکِتٰبَ یَاۡخُذُوۡنَ عَرَضَ ہٰذَا الۡاَدۡنٰی وَ یَقُوۡلُوۡنَ سَیُغۡفَرُ لَنَا ۚ وَ اِنۡ یَّاۡتِہِمۡ عَرَضٌ مِّثۡلُہٗ یَاۡخُذُوۡہُ ؕ اَلَمۡ یُؤۡخَذۡ عَلَیۡہِمۡ مِّیۡثَاقُ الۡکِتٰبِ اَنۡ لَّا یَقُوۡلُوۡا عَلَی اللّٰہِ  اِلَّا الۡحَقَّ وَ دَرَسُوۡا مَا فِیۡہِ  ؕ وَ الدَّارُ  الۡاٰخِرَۃُ  خَیۡرٌ لِّلَّذِیۡنَ  یَتَّقُوۡنَ ؕ اَفَلَا  تَعۡقِلُوۡنَ ﴿﴾  وَ الَّذِیۡنَ یُمَسِّکُوۡنَ بِالۡکِتٰبِ وَ اَقَامُوا الصَّلٰوۃَ ؕ اِنَّا لَا نُضِیۡعُ اَجۡرَ الۡمُصۡلِحِیۡنَ ﴿﴾
Maka datang menggantikan sesudah mereka, suatu generasi  pengganti  yang mewarisi Kitab Taurat  itu, mereka mengambil harta dunia yang rendah ini وَ یَقُوۡلُوۡنَ سَیُغۡفَرُ لَنَا  -- dan mereka mengatakan: “Pasti kami akan diampuni.” Dan jika datang kepada mereka harta semacam itu lagi mereka akan mengambilnya. اَلَمۡ یُؤۡخَذۡ عَلَیۡہِمۡ مِّیۡثَاقُ الۡکِتٰبِ اَنۡ لَّا یَقُوۡلُوۡا عَلَی اللّٰہِ  اِلَّا الۡحَقَّ وَ دَرَسُوۡا مَا فِیۡہِ    -- Bukankah telah diambil perjanjian dari mereka dalam Kitab bahwa mereka tidak akan mengatakan sesuatu terhadap Allah kecuali yang haq (benar), dan  mereka telah mempelajari  apa yang tercantum di dalamnya?  ؕ وَ الدَّارُ  الۡاٰخِرَۃُ  خَیۡرٌ لِّلَّذِیۡنَ  یَتَّقُوۡنَ ؕ اَفَلَا  تَعۡقِلُوۡنَ -- Padahal  kampung  akhirat itu   lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, apakah kamu tidak mau mengerti? وَ الَّذِیۡنَ یُمَسِّکُوۡنَ بِالۡکِتٰبِ وَ اَقَامُوا الصَّلٰوۃَ  --  Dan orang-orang yang  berpegang teguh pada Kitab  itu dan  mendirikan shalat, اِنَّا لَا نُضِیۡعُ اَجۡرَ الۡمُصۡلِحِیۡنَ  -- sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan ganjaran orang-orang yang melakukan perbaikan  (Al-A’rāf [7]:170-171).

 (Bersambung)

Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid

oo0oo
Pajajaran Anyar,  5 Februari  2017





Tidak ada komentar:

Posting Komentar